Hujan Lebat Picu Banjir di Tangerang, Sekolah Terdampak Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Hujan Lebat Picu Banjir di Tangerang, Sekolah Terdampak Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan di sejumlah titik di Kota Tangerang. Wilayah terdampak antara lain Kelurahan Pinang, Petir, Periuk, serta Karang Tengah.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang sejak Kamis, 22 Januari 2026 telah menyiagakan personel gabungan di lapangan. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pendirian posko hingga penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

Bacaan Lainnya

Pemkot Tangerang mendirikan tiga posko pengungsian, tujuh posko kesehatan, serta dapur umum yang dipusatkan di Dinas Sosial. Hingga saat ini, sebanyak 2.910 nasi bungkus telah disalurkan kepada para pengungsi.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, turun langsung meninjau lokasi banjir di Komplek Pinang Griya. Dalam kunjungannya, ia meminta seluruh OPD terkait bergerak cepat agar penanganan banjir berjalan maksimal.

Sachrudin menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan warga sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, posko kesehatan disiagakan di titik-titik pengungsian untuk melayani pemeriksaan dan kebutuhan medis.

“Kami memastikan penanganan banjir difokuskan pada keselamatan dan kesehatan warga terdampak. Posko kesehatan sudah disiapkan agar pelayanan medis bisa berjalan optimal,” ujar Sachrudin, pada Jumat, 23 Januari 2026.

Selain layanan kesehatan, Pemkot Tangerang juga memastikan ketersediaan tempat pengungsian yang aman dan layak. Fasilitas dasar bagi warga terus dipenuhi agar pengungsi tetap merasa nyaman selama masa darurat.

Untuk urusan logistik, dapur umum dioperasikan guna menyediakan makanan siap saji secara berkelanjutan. Seluruh perangkat daerah bekerja sama dengan TNI, Polri, relawan, dan masyarakat agar bantuan tersalurkan merata.

Sachrudin juga menginstruksikan sekolah-sekolah di wilayah terdampak agar sementara menerapkan pembelajaran jarak jauh. Langkah ini dilakukan agar aktivitas belajar siswa tetap berlangsung meski kondisi belum memungkinkan.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa belajar meskipun dalam kondisi darurat. Karena itu, sekolah-sekolah terdampak kami minta menyesuaikan dengan pembelajaran jarak jauh,” jelasnya.

Wali Kota Tangerang mengimbau warga agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila membutuhkan bantuan selama kondisi banjir berlangsung.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.