Integrasi Aplikasi dan AI: Diskominfo Kota Tangerang Siapkan Layanan ‘Chatbot

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID– Menjelang akhir tahun 2025, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mempercepat akselerasi program pelayanan yang berbasis aplikasi. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja program kerja pasangan Sachrudin-Maryono.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Dr. Mugiya Wardhani, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah melakukan re-engineering dan pengintegrasian sejumlah aplikasi yang sudah ada.

Bacaan Lainnya

“Akselerasi yang pertama, kami melihat aplikasi mana yang bisa disatukan atau digabungkan. Teman-teman di E-Government (EGOV) sedang melakukan Re-engineering,” ujar Dr. Mugiya baru-baru ini.

Memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI)
Lebih lanjut, Diskominfo Kota Tangerang mulai mengimplementasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanannya. Langkah awal pemanfaatan AI adalah dengan mengembangkan chatbot.

BACA JUGA  : Pelantikan 23 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Pemprov Banten

“AI itu mau tidak mau, suka tidak suka, sudah menjadi bagian kehidupan. Teman-teman di Diskominfo sekarang sedang mencoba memanfaatkan AI. Langkah awal kita mau develop atau bangun chatbot, terutama untuk di website tanggerangkota,” jelasnya.

Chatbot ini dirancang untuk menjawab pertanyaan warga secara cepat dan efisien. Diskominfo berharap uji coba chatbot sudah dapat dimulai pada Desember 2025.

Edukasi dan Uji Coba Keamanan Digital
Selain pengembangan teknologi, Diskominfo juga menaruh perhatian besar pada aspek keamanan siber dan edukasi digital bagi masyarakat. Kekhawatiran terhadap maraknya kasus phishing menjadi salah satu prioritas.

“Yang kami khawatirkan juga banyak kasus phishing. Nah, ini kita juga akan berkirim surat ke inspektorat untuk meminta izin uji coba skema phishing,” kata Dr. Mugiya.

BACA JUGA  : Perdana Digelar, Media Gathering Bersama DPRD Kota Tangerang Bangun Kolaborasi

Uji coba ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat membedakan komunikasi resmi dari Pemerintah Kota Tangerang dengan penipuan.

“Misalkan, warga bisa membedakan website resmi yang menggunakan domain .go.id dengan penipuan yang mungkin menggunakan .com. Itu edukasi. Karena kita sering dapat kiriman seolah-olah dari kantor pajak tapi bukan .go.id,” pungkasnya, menekankan pentingnya edukasi digital untuk melindungi data warga.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.