Masjid Jadi Pusat Transformasi Digital, Pemkot Tangsel dan GPS Siapkan Generasi Muda Kuasai AI hingga Coding

TANGSEL, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat langkah transformasi digital dengan menggandeng komunitas keagamaan sebagai mitra strategis dalam menciptakan ekosistem smart city yang inklusif.

Melalui kolaborasi bersama Gerakan Pejuang Shubuh (GPS) Tangsel, Pemkot mendukung lahirnya GPS Digital Academy & Innovation Center, sebuah program pelatihan digital gratis bagi remaja masjid yang akan membekali peserta dengan keterampilan coding, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga pembuatan konten digital.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya berkembang di lingkungan birokrasi, tetapi harus hadir dan tumbuh dari komunitas masyarakat.

Menurutnya, masjid memiliki peran strategis sebagai simpul sosial yang mampu memperluas akses literasi teknologi hingga ke tingkat akar rumput.

“Kami menyambut baik inisiatif dari GPS Tangsel. Bagi kami di Diskominfo, masjid adalah simpul sosial yang sangat strategis. Melalui GPS Digital Academy, kita tidak hanya bicara soal literasi digital dasar, tetapi bagaimana fasilitas publik dan komunitas bisa sinkron dengan arah pembangunan transformasi digital kota,” ujar TB Asep Nurdin dalam keterangannya, Kamis 25 Juni 2026.

Asep menjelaskan, dukungan pemerintah terhadap program tersebut bukan sebatas seremoni. Diskominfo Tangsel akan memfasilitasi kebutuhan infrastruktur, mulai dari penyediaan akses internet berkecepatan tinggi hingga integrasi dengan ruang kolaborasi (coworking space) milik pemerintah daerah agar proses pembelajaran coding maupun AI dapat berlangsung optimal tanpa hambatan teknis.

“Akses internet cepat dan dukungan teknis akan dipastikan mengalir ke titik-titik pusat pelatihan agar materi kelas coding maupun pengenalan AI dapat berjalan tanpa kendala teknis,” katanya.

Lebih jauh, Diskominfo juga mendorong agar penyelenggaraan pelatihan memiliki indikator keberhasilan (Key Performance Indicator/KPI) yang jelas serta sesuai dengan kebutuhan industri digital saat ini.

Menurut Asep, program tidak boleh berhenti setelah proses pelatihan selesai, melainkan harus mampu menghasilkan talenta digital yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan mampu menghasilkan konten digital yang menyebarkan narasi positif sekaligus memanfaatkan kemampuan coding dan AI untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Bahkan, para peserta diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan dan penyempurnaan layanan digital milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

“Pemkot Tangsel berharap GPS Digital Academy & Innovation Center dapat menjadi pilot project atau model sinergi yang dapat direplikasi oleh komunitas-komunitas masyarakat lainnya. Transformasi digital di Tangsel kini diarahkan untuk lebih membumi, bergerak dari masjid menuju integrasi kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” terang Asep.

Sementara itu, Ketua GPS Tangsel, Ustaz Muhammad Sartono, mengatakan bahwa GPS Digital Academy & Innovation Center dirancang sebagai ruang pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda di era digital.

Selain mempelajari pembuatan konten digital, peserta juga akan mendapatkan pelatihan coding, pengenalan AI, serta memanfaatkan coworking space sebagai tempat berkolaborasi dan berinovasi.

“Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan generasi masjid yang melek teknologi, produktif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Ustaz Muhammad Sa

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.