Kemenag Kota Tangerang Gelar Rangkaian Lomba Sambut Hari Santri 2026

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID —Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang meluncurkan berbagai kegiatan dan perlombaan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026, dengan puncak acara berupa apel Hari Santri pada 22 Oktober mendatang.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang Sholihin mengatakan rangkaian kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Tangerang, Kemenag, dan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP).

Bacaan Lainnya

“Hari ini kita meluncurkan kegiatan-kegiatan lomba dalam menyambut Hari Santri tahun 2026,” kata Sholihin di Tangerang, Banten ditemui di kantornya, Selasa 14 Oktober 2026.

Ia merinci, kegiatan lomba antarsantri meliputi Liga Santri yang telah berjalan selama lima tahun, lomba baca kitab kuning, dan lomba tahfiz Al-Quran. Di lingkungan internal Kemenag, digelar pula lomba azan dan lomba fashion show santri cilik.

Selain lomba, Kemenag bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang juga menyelenggarakan penyuluhan kesehatan berupa sosialisasi pesantren sehat. Menurut Sholihin, kegiatan itu bertujuan menjaga kesehatan para santri.

Puncak rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 22 Oktober 2026 dalam bentuk apel Hari Santri. Wali Kota Tangerang dijadwalkan menjadi pembina apel. Kemenag menargetkan seluruh pondok pesantren di Kota Tangerang dapat mengerahkan santrinya.

“Kami berharap apel ini menjadi barometer kekuatan pondok-pondok pesantren yang ada di Kota Tangerang,” ujarnya.

128 Pesantren Terdaftar

Sholihin menyebutkan, saat ini terdapat 128 pondok pesantren yang terdaftar di Kemenag Kota Tangerang. Sejumlah pesantren lain masih dalam proses mengajukan izin operasional.

Menurut dia, Kemenag saat ini tengah melakukan penataan pondok pesantren agar tidak hanya unggul secara jumlah, tetapi juga kualitas. Ia menekankan pesantren yang mengajukan izin operasional baru harus benar-benar siap, termasuk dari sisi sarana dan prasarana.

“Kita tidak menginginkan ada kejadian-kejadian yang terulang ketika ada pondok yang bangunannya tidak memenuhi persyaratan,” katanya.

Seluruh pesantren tersebut, lanjut dia, dilibatkan dalam peringatan Hari Santri tahun ini.

Tanpa Anggaran DIPA

Sholihin menjelaskan, perbedaan peringatan Hari Santri tahun ini dibandingkan sebelumnya terletak pada sinergi. Pada tahun lalu, kegiatan lebih banyak merupakan kolaborasi FSPP dan Pemerintah Kota Tangerang, sementara lomba di internal Kemenag belum terlaksana karena tidak tersedia anggaran dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenag.

Ia mengapresiasi Kasubbag Tata Usaha Pondok Pesantren yang menjadikan keterbatasan anggaran nol rupiah sebagai tantangan, sehingga lomba tetap dapat digelar untuk memeriahkan Hari Santri 2026.

Ke depan, Sholihin berharap santri di Kota Tangerang dapat berkontribusi lebih besar dan menjadi pemimpin, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Kami ingin membuktikan bahwa santri Kota Tangerang adalah santri yang berkualitas,” ujarnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.