Tangsel, LENSABANTEN Bagi masyarakat kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini ada tempat wisata kuliner, hiburan dan pernak -pernik hobby dan ikan hias dalam satu lokasi bernama Tangsel Night Mark (TNM), yang berada di sepanjang jalan Malibu, ITC BSD City, Serpong, Tangsel.
TNM yang ada setiap hari mulai pukul 16. 00 – 24.00 ini kini sudah resmi dibuka dengan acara soft launching, Sabtu (22/02). Pembukaan TNM dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Asisten Daerah 2 bidang perekonomian dan pembangunan Pemkot Tangsel Heru Agus Santoso, Kadis Koperasi dan UMKM Tangsel Bachtiar serta Direktur PT Mata Aer Buyung Fajri sebagai pengelola TNM.
Buyung mengatakan, pentingnya ruang-ruang komunal dalam mendukung interaksi sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mengungkapkan tradisi pasar malam sesungguhnya telah ada sejak zaman Hindia Belanda dan dikemas secara modern dan kekinian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat urban saat ini.
“Indonesia memiliki tradisi pasar malam yang telah berjalan sejak awal abad ke-20, salah satunya Pasar Gambir yang menjadi cikal bakal Jakarta Fair. Kini, Tangsel Night Market hadir mengusung konsep yang lebih inovatif, menggabungkan elemen kuliner, pameran, serta flora dan fauna,” ujar Buyung.
Selain itu, Tangsel Night Market menawarkan berbagai zona yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha:
Zona Kuliner: Dilengkapi lebih dari 200 tenan yang menyajikan beragam kuliner khas Nusantara dan internasional.
Zona Eksibisi: Wadah bagi berbagai agenda dan event kreatif.
Zona Flora dan Fauna Gallery: Berkolaborasi dengan komunitas pecinta tanaman dan hewan untuk menghadirkan edukasi serta pengalaman unik bagi pengunjung.
Buyung mengatakan setelah lebaran nanti, kawasan ini akan diluncurkan dengan skala yang lebih besar.
“Harapannya Tangsel Night Market menjadi destinasi wisata prioritas yang menarik wisatawan dari dalam maupun luar kota,” katanya.
Keberadaan Tangsel Night Market, Buyung mengatakan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota yang melihatnya sebagai langkah konkret dalam pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya Tangsel Night Market,” ujarnya.
Buyung sangat optimis bahwa kawasan ini akan menjadi pusat ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan mampu bersaing dengan destinasi serupa di kota-kota besar lainnya, seperti Sudirman Street di Bandung, M Bloc Space di Jakarta, hingga Jodd Fair Market di Thailand.
Pemerintah kota Tangsel mengapresiasi adanya keberadaan Tangsel Night Market. Apresiasi tersebut disampaikan Asda 2 Heru Agus Santoso.
“Kami sangat mengapresiasi adanya Tangsel Night Market karena pengelola coba menata UMKM dan PKL di suatu lokasi tertentu,” katanya. (YCR)









