LEBAK, LENSABANTEN.CO.ID — Kabupaten Lebak sering dianggap hanya identik dengan kampung Suku Baduy. Padahal, wilayah yang membentang dari pesisir Samudra Hindia hingga jajaran pegunungan di Banten selatan ini menyimpan jauh lebih banyak pesona—mulai dari pantai berpasir putih, kebun teh yang sejuk, air terjun liar, hingga jejak sejarah kolonial. Berikut beberapa destinasi yang layak masuk daftar liburanmu berikutnya.
Negeri di Atas Awan, Gunung Luhur
Berlokasi di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Gunung Luhur menjadi buruan wisatawan yang ingin melihat lautan awan tanpa harus mendaki gunung setinggi ribuan meter. Cukup datang pagi hari, hamparan awan putih akan tampak menyelimuti perbukitan di bawahnya—pemandangan yang membuat kawasan ini kini menjelma jadi lokasi kemping favorit. Suasana tenang dan udara pegunungan yang sejuk membuat banyak pengunjung memilih bermalam sambil menanti matahari terbit atau terbenam di atas awan.
Hijau Menyegarkan di Kebun Teh Cikuya
Tak jauh dari Gunung Luhur, ada Kebun Teh Cikuya yang menawarkan hamparan kebun teh sejauh mata memandang, mirip suasana Puncak atau Bogor namun jauh lebih sepi.
Kebun ini berada di ketinggian 750–1.200 meter di atas permukaan laut sehingga hawa dingin terasa sepanjang hari.
Datang pagi-pagi, pengunjung bisa menyaksikan pemetik daun teh bekerja, lalu bersantai di kafe sekitar kebun sambil menikmati udara pegunungan yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Pagi atau sore hari jadi waktu terbaik untuk berburu foto lanskap.

Deru Air di Curug Cihear
Bagi pencinta petualangan, Curug Cihear di perbatasan Desa Cigobang dan Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, menawarkan air terjun setinggi sekitar 30 meter dengan debit air yang deras. Karena tidak memiliki kolam penampungan, air terjun ini langsung mengalir menjadi sungai sehingga pengunjung tidak bisa berenang di bawahnya. Sebagai gantinya, banyak yang memilih bermain air di pinggir sungai atau mencoba arung jeram menaklukkan derasnya aliran.

Pantai-Pantai Eksotis di Banten Selatan
Garis pantai Lebak menyimpan beragam karakter yang berbeda satu sama lain:
- Pantai Bagedur (Desa Sukamanah, Malingping) — pantai luas berpasir putih dengan ombak relatif tenang, cocok untuk liburan keluarga. Kendaraan bahkan bisa melintas di area pasirnya, dan saat Lebaran tempat ini berubah jadi ruang kebersamaan warga yang menggelar tikar dan menikmati makanan bersama.
- Pantai Karang Beureum (Desa Karangkamulyan, Cihara) — dikenal dengan formasi karang berwarna merah yang menjadi daya tarik utamanya.
- Pantai Karang Bokor/Songsong — menyuguhkan hantaman ombak besar ke batu karang serta suasana matahari terbenam yang syahdu, spot favorit untuk berfoto meski tak disarankan untuk berenang.
- Pantai Binuangeun — memiliki tempat pelelangan ikan terbesar di Lebak Selatan, cocok bagi wisatawan yang gemar memancing sekaligus menyaksikan aktivitas nelayan yang hidup sepanjang hari, dengan pemandangan Pulau Tinjil dari kejauhan.
- Pantai Sawarna — salah satu destinasi bahari paling populer di Banten, terkenal dengan pasir putih, tebing eksotis, dan spot surfing kelas atas.
Jejak Budaya dan Sejarah
Selain alam, Lebak juga kaya akan warisan budaya. Kampung adat Suku Baduy tetap menjadi ikon yang mendunia berkat kehidupan masyarakatnya yang masih alami dan tradisional, menjadikannya destinasi favorit untuk wisata budaya sekaligus edukasi.
Bagi pencinta sejarah, Museum Multatuli di Rangkasbitung mengangkat kisah era kolonial lewat novel karya Multatuli, Max Havelaar, dan cukup edukatif bagi pelajar maupun peneliti. Tak jauh dari sana, Situs Megalitikum Cibedug di Citorek menyimpan peninggalan purba yang menambah warna perjalanan sejarah di Lebak.
Kenapa Harus ke Lebak?
Dari lautan awan di ketinggian, kebun teh yang menyejukkan mata, air terjun yang menguji adrenalin, hingga pantai-pantai dengan karakter masing-masing dan jejak budaya yang masih terjaga—Lebak membuktikan diri sebagai destinasi lengkap di Provinsi Banten. Tak heran jika kabupaten ini kini makin sering disebut sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di luar hiruk-pikuk Jakarta.







