KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Seiring perkembangan zaman, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang merencanakan revitalisasi Museum Juang TMP Taruna. Revitalisasi tersebut mencakup pembaruan visualisasi hingga pembangunan mini theater yang akan menayangkan film sejarah Peristiwa Lengkong.
Hal itu menunjukkan komitmennya dalam menghormati jasa para pahlawan yang gugur, serta memperbaharui terus wahana edukasi di kota Tangerang.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, mengatakan rencana Pembangunan mini theatre di museum tersebut bertujuan untuk sarana edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, agar memahami nilai perjuangan para pahlawan dalam Peristiwa Lengkong 25 Januari 1946 secara menarik.
“Kami ingin museum ini semakin menarik dan edukatif, sehingga masyarakat mau datang, belajar sejarah, dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan,” ujarnya kepada Lensabanten, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia melanjutkan, dengan penguatan fasilitas di Museum Juang TMP Taruna pihaknya ingi sekaligus menumbuh kuatkan jiwa patriotisme dan nasionalisme generasi muda Kota Tangerang saat ini.
Peristiwa Lengkong terjadi satu tahun setelah Indonesia merdeka, ketika pasukan Akademi Militer Tangerang yang dipimpin Mayor Daan Mogot bergerak ke Lengkong untuk melucuti senjata tentara Jepang yang masih berada di wilayah tersebut. Upaya tersebut berujung pada pertempuran yang menyebabkan gugurnya Mayor Daan Mogot bersama sejumlah perwira dan Taruna Akademi Militer.
Para pahlawan tersebut kemudian dimakamkan di TMP Taruna, Kota Tangerang, yang kini dilengkapi dengan Museum Juang sebagai media pembelajaran sejarah.
Menurut Boyke, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ziarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata sejarah yang menyajikan informasi Peristiwa Lengkong melalui berbagai media, termasuk tampilan audio visual.








