Nika Aprilli Hadirkan “Pelangi Hitam”, Lagu Debut yang Mengubah Luka Menjadi Harapan

foto dok. koboy record
foto dok. koboy record

JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Setiap perjalanan memiliki cerita, termasuk perjalanan seorang penyanyi muda yang sedang mengejar mimpinya di industri musik. Nika Aprilli membuka babak baru dalam kariernya dengan merilis single perdana berjudul “Pelangi Hitam”, sebuah lagu yang membawa pesan tentang luka, harapan, dan keberanian untuk memulai kembali.

Dirilis di berbagai platform musik digital, “Pelangi Hitam” menjadi langkah awal Nika Aprilli untuk memperkenalkan karakter musikalnya kepada para pencinta musik Indonesia. Lagu ini tidak hanya menjadi karya debut, tetapi juga menjadi gambaran perjalanan panjang Nika dalam menemukan ruangnya sebagai penyanyi profesional.

Bacaan Lainnya

Kecintaan Nika terhadap dunia musik sebenarnya sudah tumbuh sejak usia dini. Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, ia aktif mengikuti berbagai kompetisi menyanyi dan berhasil meraih sejumlah prestasi. Pengalaman tampil dari panggung kecil hingga pertunjukan yang lebih besar menjadi bekal penting dalam membangun kepercayaan dirinya.

Terinspirasi oleh sejumlah legenda musik Indonesia seperti Nike Ardilla, Nicky Astria, Inka Christie, dan Connie Dio, Nika ingin membawa warna vokal yang kuat sekaligus tetap memiliki kedekatan emosional dengan pendengar.

Perjalanan menuju debut profesionalnya dimulai pada Oktober 2025 ketika Nika bertemu dengan pencipta lagu Mahmud Koboy. Melihat potensi yang dimiliki Nika, Mahmud kemudian mengajaknya bergabung sebagai talent sekaligus mempercayakan lagu “Pelangi Hitam” sebagai karya pertamanya.

Proses rekaman lagu tersebut dilakukan di Studio Sarmili pada 2026 dan menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan bermusiknya.

Bagi Nika, “Pelangi Hitam” bukan hanya sekadar lagu, tetapi juga cerita tentang bagaimana seseorang menghadapi masa sulit dalam hidup.

“Pelangi Hitam bercerita tentang perjalanan hidup yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada masa sulit dan sisi gelap yang harus dilewati, tetapi semua itu bisa menjadi pelajaran untuk bangkit, bertumbuh, dan menjadi pribadi yang lebih kuat,” ujar Nika Aprilli.

Secara musikal, lagu ini menggambarkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menemukan cahaya setelah melewati masa penuh tantangan. Melalui lirik dan aransemen yang emosional, Nika ingin menghadirkan lagu yang dapat menemani pendengar dalam berbagai fase kehidupan.

Proses penciptaan “Pelangi Hitam” sendiri berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, sementara proses rekamannya diselesaikan dalam waktu satu minggu.

Bagi seorang pendatang baru, perilisan single pertama tentu menjadi momen penuh harapan sekaligus tantangan. Namun Nika mengaku siap menjalani proses tersebut dan terus berkembang sebagai penyanyi.

“Mohon doa dan dukungannya agar karya perdana ini dapat diterima oleh seluruh pendengar dan memberikan warna baru di blantika musik Indonesia. Saat ini Pelangi Hitam sudah tersedia di berbagai platform musik digital,”** ungkap Nika.

Kehadiran “Pelangi Hitam” menjadi awal perjalanan baru bagi Nika Aprilli dalam industri musik nasional. Dengan membawa pesan tentang keteguhan hati dan harapan, ia berharap lagu tersebut dapat menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berjuang melewati proses kehidupan.

Melalui karya perdananya ini, Nika ingin membuktikan bahwa sebuah luka tidak selalu menjadi akhir dari cerita. Terkadang, dari pengalaman sulit justru lahir kekuatan baru untuk melangkah lebih jauh. (san/*) #foto dok. koboy record

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.