Dinsos Kota Tangerang Dampingi PPKS hingga Mandiri, Sediakan Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta

Dinsos Kota Tangerang Dampingi PPKS hingga Mandiri, Sediakan Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta
Dinsos Kota Tangerang Dampingi PPKS hingga Mandiri, Sediakan Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui program pemberdayaan masyarakat. Sebanyak 100 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) mengikuti pelatihan tata boga sepanjang 2026 untuk membekali mereka dengan keterampilan berwirausaha.

Tak hanya mendapat pelatihan, peserta yang dinilai serius mengembangkan usaha juga berkesempatan memperoleh bantuan modal usaha hingga Rp20 juta per orang setelah melalui proses pendampingan dan verifikasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Tangerang, Muh. Thakhir, mengatakan pelatihan tata boga tersebut ditujukan bagi masyarakat kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang berada pada desil 1 hingga desil 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Ia menjelaskan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Sebanyak 229 orang mendaftarkan diri secara daring dan seluruhnya dinyatakan lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, para pendaftar mengikuti tahap wawancara hingga akhirnya terpilih 100 peserta terbaik.

“Seratus peserta itu kemudian dibagi menjadi dua gelombang. Masing-masing gelombang terdiri dari 50 orang dengan pelatihan selama tiga hari,” kata Muh. Thakhir ditemui usai menutup acara pelatihan di SMKN 3 Kota Tangerang, Kamis 16 Juli 2026.

Dinsos Kota Tangerang Dampingi PPKS hingga Mandiri, Sediakan Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta
Dinsos Kota Tangerang Dampingi PPKS hingga Mandiri, Sediakan Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi praktik pembuatan sembilan jenis produk kuliner, mulai dari fried chicken, siomai ayam, dimsum ayam, risoles, bakso, cireng, aneka roti hingga kue cokelat dan berbagai olahan makanan lainnya.

Menurutnya, pelatihan tersebut dirancang agar peserta memiliki keterampilan yang dapat langsung dimanfaatkan untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri.

“Harapannya, setelah memiliki keterampilan, mereka bisa berusaha sendiri sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi dan menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.

BACA JUGA  : Bea Cukai Soetta Bongkar Penyelundupan Bahan Baku Ekstasi Cair Asal Tiongkok

Muh. Thakhir menegaskan, pendampingan kepada peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Tiga bulan setelah kegiatan berlangsung, Dinas Sosial akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat perkembangan usaha masing-masing peserta.

Apabila hasil evaluasi menunjukkan peserta telah memiliki embrio usaha yang berjalan dengan baik, Dinas Sosial akan mengusulkan mereka sebagai penerima bantuan modal usaha.

“Bantuan modal usaha maksimal sebesar Rp20 juta untuk masing-masing individu. Nilainya disesuaikan dengan proposal dan rencana anggaran biaya (RAB) yang diajukan peserta,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pemberian bantuan dilakukan secara bertahap melalui verifikasi lapangan agar bantuan tepat sasaran kepada peserta yang benar-benar serius mengembangkan usahanya.

BACA JUGA  : Sutradara Ungkap Makna Mendalam Film Anak-Anak Bambu, Bukan Sekadar Kisah Anak Panti

“Kami tidak melepas begitu saja setelah pelatihan. Peserta akan terus didampingi sampai mereka benar-benar mandiri atau graduasi. Artinya, mereka sudah keluar dari kategori desil 1 sampai 5 dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” katanya.

Muh. Thakhir mengungkapkan, sepanjang 2026 Dinas Sosial Kota Tangerang menargetkan 200 warga mengikuti berbagai pelatihan pemberdayaan ekonomi.

Rinciannya meliputi pelatihan cukur rambut bagi 50 peserta yang telah dilaksanakan, pelatihan tata boga untuk 100 peserta, serta pelatihan pijat yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang dengan kuota 50 peserta.

“Tahun ini total ada 200 peserta. Harapannya setelah mendapat pelatihan dan bantuan modal usaha, mereka bisa mengembangkan usahanya hingga siap graduasi dari penerima bantuan sosial. Tahun depan rencananya kami menambah satu jenis pelatihan lagi, yakni tata rias,” ungkapnya.

BACA JUGA  : Miskomunikasi Koordinat, Pemprov Banten Sebut Pembuangan Material di Laut Bukan Limbah

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Juwanita, warga Kecamatan Batuceper, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti pelatihan tata boga yang baru pertama kali diikutinya.

Ia mengatakan para peserta tidak hanya diajarkan membuat berbagai jenis makanan, tetapi juga diperkenalkan dengan beragam teknik memasak yang dapat menjadi bekal membuka usaha.

“Harapan saya bisa punya usaha sendiri. Pelatihan ini bagus karena kami diajarkan banyak cara dan teknik yang berbeda-beda. Ilmu yang didapat juga banyak,” ujar Juwanita.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.