KOTA SERANG, LENSABANTEN.CO.ID –Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) melakukan verifikasi lapangan terhadap program Pemberdayaan Desa Terintegrasi di Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Serang, Banten, pada Selasa, 20 Mei 2025.
Desa Talaga masuk dalam Prioritas 1 wilayah transformasi penduduk miskin. Dari total 4.047 penduduk, 518 orang (12,8%) tergolong miskin; 178 di antaranya penerima PKH dan 236 lainnya mendapat bantuan sembako.
Deputi Kemenko PM, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, menyampaikan bahwa sinergi lintas kementerian dan lembaga telah mendorong intervensi konkret untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di desa tersebut.
“Keberhasilan integrasi program pemberdayaan di Desa Talaga ini menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat”, jelas Haris.
Ia tambahkan, intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat sektoral dan parsial, tetapi terintegrasi dan menyentuh akar persoalan kemiskinan sehingga Desa Talaga mengalami percepatan transformasi menuju desa yang mandiri dan sejahtera.
“Ke depan, praktik baik ini akan kami replikasi ke wilayah lain. Kami juga mendorong seluruh kementerian untuk terus hadir dan bersinergi dalam memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Haris.
“Karena hal tersebut merupakan wujud pelaksanaan fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian guna memastikan program-program pengentasan kemiskinan lintas kementerian di akar rumput berjalan optimal dan tepat sasaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem”, tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Deputi 3 Kemenko PM meninjau hasil revitalisasi sungai sepanjang 2 km di Desa Talaga yang sebelumnya kotor karena sampah menjadi sungai yang bersih melalui pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat. Juga mengunjungi warga penerima bantuan pembangunan MCK dan septic-tank, serta perbaikan rumah tidak layak huni.
Hadir dalam kegiatan tersebut, para perwakilan enam kementerian teknis di bawah koordinasi Kemenko PM, di antaranya Dirjen Pemberdayaan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Muh. Fachri, S.STP., M.Si. dan Dirjen Pemberdayaan Kementerian Sosial Mira Riyati Kurniasih, M.Si. beserta sejumlah pejabat eselon dua dari Kementerian UMKM, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Koperasi. Tak lupa, unsur-unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banten dan Kabupaten Serang turut mendampingi bersama perangkat desa dan pihak sponsor.








