TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID- Direktur Utama PD Pasar Anyar Kota Tangerang, Dedi Ochen, menjelaskan proses relokasi pedagang kaki lima pada Kamis, 11 Desember 2025. Ia menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan dan mengurangi kemacetan.
“Hari ini kita melakukan relokasi para saudara-saudara kita pedagang kaki lima untuk masuk ke dalam yang sudah kita siapkan. Kita sebagai pemerintah menyiapkan lahan-lahan yang sifatnya bagaimana kaki lima itu tidak ada lagi di jalan-jalan raya yang mengganggu lalu lintas,” ujarnya, pada Kamis, 11 Desember 2025.
Dedi juga memaparkan penataan ulang akses angkutan umum agar mobilitas pengunjung dan pedagang semakin lancar. Ia mengatakan keputusan ini merupakan hasil rapat koordinasi bersama sejumlah dinas.
“Kemarin kita sudah rapat koordinasi dengan dinas-dinas terkait, termasuk dengan Satpol PP, Kecamatan, Pak Lurah, Dishub, dan dinas lainnya. Jadi nanti untuk angkot 01 sampai dengan 05 masuk ke jalur Utara, Timur, dan Selatan. Dan ada lagi Isuzu Elf itu masuk dari TP Taruna, nanti muter ke Selatan. Jadi bagaimana aksesnya para pengunjung dan pedagang bisa dengan mudah seperti itu,” jelasnya.
Relokasi melibatkan pedagang dari sejumlah titik jalan yang selama ini padat PKL. Penataan dilakukan untuk menciptakan kembali kawasan pasar yang lebih tertib dan aman.
“Pedagang-pedagang yang ada di Jalan Amad Yani, Ki Asnawi, Haji Abdullah, Gang Cerme, dan Gang Salah,” kata Dedi.
Dedi berharap tempat yang telah dibersihkan tidak kembali dipenuhi pedagang. Ia menegaskan bahwa badan jalan tidak boleh dijadikan area berjualan.
“Saya berharap kesadaran para pedagang, jalan raya kan bukan fungsi untuk berdagang, seperti itu,” pungkasnya.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Irman Pujahendra, menjelaskan bahwa relokasi dilaksanakan dengan dukungan personel gabungan dalam jumlah besar. Ia menyampaikan bahwa seluruh unsur pemerintah daerah dikerahkan demi penertiban.
“Hari ini kita tim penertib Kota Tangerang melaksanakan relokasi dalam rangka penegakan Perda 8 18, terikat Trantibum dan Linmas dengan kekuatan personel sebanyak 350 orang, armadanya 17, alat beratnya 2. Ini gabungan TNI, Polri, jajaran OPD, dan yang lainnya, termasuk Intel, hadir di sini dalam rangka memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat.”
Irman memastikan jalan-jalan utama sekitar Pasar Anyar akan steril mulai hari ini. Ia mengajak masyarakat untuk berpindah berbelanja ke dalam gedung Pasar Anyar yang telah direnovasi.
“Jadi mohon bantuan masyarakat untuk ayolah berbelanja ke dalam gedung Pasar Anyar. Pemerintah sudah membangun begitu bagus, jadikan menjadi ikon Kota Tangerang,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan penataan ulang rute angkutan umum demi mendukung kawasan yang kini bebas PKL. Penyesuaian ini diharapkan membuat lingkungan pasar semakin nyaman.
“Makanya masyarakat silakan berbelanja ke gedung yang baru. Jadi saya harapkan kerja samanya teman-teman semua, baik masyarakat maupun pemerintah untuk menjaga ketertiban umum,” ungkapnya.
Irman memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin setelah relokasi ini. Ia meminta pedagang tetap berada di lokasi yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan penertiban berlaku penuh mulai hari ini dan tidak ada toleransi waktu bagi PKL yang ingin kembali ke badan jalan.
“Iya, tidak. Mulai hari ini, mulai hari ini. Hari ini kita tertibkan, kita relokasikan ke dalam,” tegasnya.
Irman menyebut total 502 PKL direlokasi dalam penataan besar-besaran ini. Ia memastikan seluruh pedagang telah memperoleh tempat yang layak.
“502 PKL yang ditata nanti di wilayah Timur, di belakang, di Barat, semua kita sudah tempatkan oleh Pak Dirut PD Pasar.”
Camat Tangerang, Yudi Pradana, menambahkan imbauan agar masyarakat ikut menjaga kawasan yang telah ditata. Ia meminta warga sekitar berperan serta dalam mendukung ketertiban lingkungan.
“Saya hanya menambahkan tadi dari Pak Kasat dan Pak Dirut. Himbauan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di seputaran jalan Pasar Anyar, ya untuk ikut peran sertanya untuk menjaga,” tuturnya Yudi.
Yudi juga mengingatkan agar pedagang tidak kembali berjualan di bahu jalan atau area permukiman warga. Ia berharap seluruh pihak menjaga kondisi yang sudah ditertibkan.
“Yang pasti menghimbau juga para pedagang ini tidak lagi berdagang, khususnya yang di bahu jalan maupun yang ada di lingkungan masyarakat itu sendiri,” tutupnya.
Pemkot Tangerang menegaskan bahwa penataan Pasar Anyar merupakan langkah jangka panjang untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib, aman, dan nyaman. Mereka berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjaga hasil penertiban agar Pasar Anyar tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi yang rapi dan representatif bagi Kota Tangerang.









