KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Siti pemilik yayasan taman kanak-kanak di Kecamatan Cipondoh mengaku keberatan kerap dimintai biaya kegiatan oleh oknum Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Tangerang.
Keberatan ini cukup beralasan, Siti mengaku saat ini jumlah siswa yang masuk ke yayasannya sedikit.
“Kami kerap dimintai sejumlah uang terutama mengenai kegiatan-kegiatan yang istilahnya duit terus ya. Tahun ini murid TK kita itu merosot, sangat merosot sedikit sekali,” ujarnya, Minggu, 17 Agustus 2025.
Siti mencontohkan, pungutan yang diminta oleh IGTKI dikatakan untuk pendanaan praktik manasik haji workshop dan pembayaran untuk pengesahan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan ( KSP).
“Kita cuma minta kalaupun memang ada kegiatan itu memang harus ada dananya tidak di bulan ini semuanya gitu. Kan dari tahun ke tahun itu kan emang sudah menjadi agenda IGTKI. Tapi kita minta jangan di bulan ini semua gitu kan. Karena murid TK kita juga memang sangat sedikit,” keluhnya.
Adapun pungutan yang diminta oleh IGTKI Kota Tangerang Siti mengungkapkan berlaku untuk semua pemilik yayasan TK yang ada di Kota Tangerang.
Dirinya berharap pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang lebih sering turun ke lokasi untuk melakukan pembinaan.
Dikonfirmasi perihal ini, Ketua Ikatan Guru Kanak-Kanak Indonesia Kota Tangerang Ratna Murfida menjelaskan, kegiatan workshop tersebut bersifat sukarela dan tidak mewajibkan tiap sekolah ikut.
“Workshop tersebut bersifat sukarela,” pungkasnya.
Penulis : Yusuf
Editor : Eky









