SPMB 2026 Kota Tangerang Disiapkan Ulang, Skema Baru Diterapkan Usai Ribuan Kursi Kosong

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026–2027. Berbagai penyesuaian teknis dilakukan guna menanggapi evaluasi tahun sebelumnya yang menyisakan banyak kursi kosong.

Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang memastikan seluruh aturan teknis telah rampung. Hal ini ditandai dengan terbitnya Keputusan Wali Kota Tangerang Nomor 360 Tahun 2026 yang kini sudah resmi diberlakukan.

Bacaan Lainnya

Kadindik Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menyebut secara umum tidak ada perubahan besar dalam sistem penerimaan. Namun, ia menegaskan terdapat penyesuaian pada jalur prestasi.

“Secara prinsip tidak ada perubahan signifikan dalam pengaturan. Jalur domisili, afirmasi, dan mutasi tetap berjalan seperti tahun sebelumnya. Namun ada penyesuaian pada jalur prestasi,” kata Wahyudi pada Selasa, 7 April 2026.

Penyesuaian pada jalur prestasi dilakukan dengan menambahkan indikator baru dalam penilaian. Jika sebelumnya hanya mengacu pada nilai rapor, kini ditambahkan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Langkah ini diambil untuk memperkuat penilaian akademik siswa. Selain itu, TKA juga digunakan untuk mengukur kemampuan dasar seperti literasi dan numerasi.

“Komposisinya 70 persen nilai rapor dan 30 persen nilai TKA. Ini sudah menjadi kesepakatan di tingkat Provinsi Banten. Jadi ada kombinasi yang lebih objektif dalam melihat kemampuan siswa,” ujarnya.

Selain aspek penilaian, kapasitas siswa di setiap jenjang pendidikan juga mengalami penyesuaian. Kebijakan ini menjadi bagian penting dalam perbaikan sistem SPMB tahun ini.

Untuk jenjang Taman Kanak-Kanak, jumlah siswa dibatasi maksimal 15 orang per rombongan belajar. Sementara di tingkat Sekolah Dasar, kapasitas dikurangi menjadi 28 siswa per kelas dari sebelumnya 32.

Adapun untuk Sekolah Menengah Pertama, daya tampung ditetapkan sebanyak 34 siswa per rombongan belajar. Angka ini dinilai masih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat ini.

Wahyudi menjelaskan, pengurangan kapasitas di tingkat SD didasarkan pada hasil evaluasi tahun sebelumnya. Ditemukan adanya ketidakseimbangan antara jumlah kursi dan jumlah peserta didik.

“Hasil evaluasi kami menunjukkan ada hampir 3.000 kursi kosong di tingkat SD pada tahun lalu. Ini menjadi dasar kami untuk menyesuaikan daya tampung agar lebih realistis dan proporsional,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan distribusi siswa yang belum merata. Hal ini menjadi catatan penting dalam penyusunan kebijakan penerimaan berikutnya.

Sementara untuk tingkat SMP, kapasitas dinilai masih ideal. Analisis internal menunjukkan angka 34 siswa per kelas masih mampu menampung kebutuhan pendaftar.

“Kami lakukan analisis, dan untuk SMP masih cukup ideal di angka 34 siswa per rombel,” ujarnya.

Tahapan awal SPMB akan dimulai melalui pra-pendaftaran pada 13 April 2026. Seluruh proses dilakukan secara daring melalui sistem yang telah disiapkan pemerintah.

Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui laman resmi yang tersedia. Calon peserta didik dan orang tua diminta memahami alur serta melengkapi dokumen sejak awal.

“Pra-SPMB tanggal 13 April sudah dimulai. Kami mengimbau masyarakat segera mempelajari alur pendaftaran karena seluruh proses dilakukan secara online,” kata Wahyudi.

Ia menegaskan bahwa persyaratan pendaftaran tidak mengalami perubahan berarti. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsistensi sekaligus memudahkan masyarakat.

Pendaftaran utama dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Pemerintah juga menyiapkan gelombang kedua hingga Juli sebagai langkah antisipasi.

“Kami berharap seluruh siswa bisa masuk pada gelombang pertama. Dengan begitu, tidak perlu ada gelombang kedua,” ujarnya.

Salah satu fokus utama dalam pelaksanaan SPMB tahun ini adalah proses verifikasi data. Hal ini mengingat pada tahun sebelumnya sempat terjadi antrean panjang.

Wahyudi menyebut verifikasi tetap dilakukan, terutama pada jalur afirmasi. Proses ini melibatkan beberapa instansi lintas sektor.

“Verifikasi tetap ada, terutama di jalur afirmasi. Di sini melibatkan Dinas Kominfo, Dinas Sosial, dan Dukcapil,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya kini mengupayakan proses verifikasi dilakukan lebih awal. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan pemohon.

“Kami coba lakukan verifikasi lebih awal, istilahnya shortcut, supaya tidak terjadi antrean seperti tahun lalu. Harapannya database sudah lebih siap,” ujarnya.

Dengan berbagai penyesuaian tersebut, Dinas Pendidikan berharap pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lebih baik. Sistem yang disiapkan diharapkan mampu menjawab persoalan klasik setiap tahun.

Kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan. Hal ini penting untuk memastikan akses pendidikan yang merata.

“Kami mohon kerja sama semua stakeholder dan masyarakat agar proses SPMB ini berjalan lancar. Ini bukan hanya soal penerimaan siswa, tapi juga bagaimana kita memastikan akses pendidikan yang adil dan merata,” katanya.

Dengan dimulainya pra-pendaftaran dalam waktu dekat, publik kini menaruh harapan besar pada sistem baru ini. Keberhasilan SPMB 2026 akan menjadi tolok ukur dalam menjawab tantangan pemerataan pendidikan di Kota Tangerang.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.