KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dalam konsep pembangunan manusia, upaya pembangunan tidak hanya dianalisis dari segi pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga dipahami melalui sudut pandang manusianya. Ini adalah salah satu premis utama yang diemban dalam pandangan pembangunan manusia, seperti yang dikutip dari UNDP (Human Development Report, 1995).
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM diukur dengan menggunakan tiga indikator komposit yang mencakup kesehatan (longevity), pendidikan (knowledge), dan tingkat pendapatan riil (living standards).
“Berdasarkan data BPS yang dikeluarkan awal tahun ini, rata-rata capaian kinerja Kota Tangerang mencapai 97,95 persen, meningkat 4,63 persen dari tahun 2021 atau dengan kriteria penilaian realisasi kinerja sangat tinggi. Seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) membaik di angka 78,90 poin,”ujar Arief R. Wismansyah Wali Kota Tangerang, baru-baru ini.
Perlu diketahui, selama periode 2017 hingga 2022, IPM Kota Tangerang mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2017, IPM mencapai 77,01 poin, dan pada tahun 2022, angka tersebut meningkat menjadi 78,90 poin. Namun, perlu dicatat bahwa pada tahun 2020, IPM Kota Tangerang mengalami penurunan sekitar -0,18 poin dari tahun sebelumnya, mencapai 78,25 poin. Penurunan ini disebabkan oleh dampak pandemi COVID-19 dan resesi ekonomi yang melanda sejak tahun 2020.
Peningkatan IPM menunjukkan komitmen Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas hidup penduduknya, dengan fokus pada kesehatan, pendidikan, dan tingkat pendapatan.
Indeks Pembangunan Manusia Kota Tangerang
Kota Tangerang 2017 2018 2019 2020 2021 2022








