Permainan Tradisional Dinilai Mampu Mencegah Ketergantungan Gadget pada Anak

Permainan Tradisional Dinilai Mampu Mencegah Ketergantungan Gadget pada Anak

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menekankan pentingnya perlindungan anak dari penggunaan gawai sejak dini. Ia menilai, paparan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, terutama dari sisi psikologis dan pola pikir.

Menurutnya, anak-anak perlu dijauhkan dari konten yang belum sesuai dengan usia mereka. Hal ini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya ketergantungan anak terhadap perangkat digital.

Bacaan Lainnya

“Anak-anak ini harus kita lindungi dari gawai, karena sekarang anak-anak banyak kegandrungan dengan gadget. Kita lindungi mereka agar tidak terpengaruh terhadap konten-konten yang belum saatnya, yang memang anak-anak belum bisa menangkap secara utuh,” katanya pada Senin, 6 April 2026.

Sachrudin juga menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah dalam mengatur penggunaan sistem elektronik bagi anak. Ia menyebut, regulasi tersebut diharapkan mampu menjadi benteng dalam melindungi anak dari dampak negatif dunia digital.

Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), pemerintah berupaya mengendalikan penggunaan gadget pada anak-anak. Kebijakan ini dinilai dapat mengurangi risiko kecanduan dan paparan konten yang tidak sesuai.

“Dan ini harus kita lindungi untuk membatasi anak-anak tidak terpengaruh oleh konten-konten di dalam gadget,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Tangerang, Sulfi Afriadi, melihat kebijakan tersebut sebagai langkah strategis. Ia menilai pendekatan dari hulu ke hilir penting untuk menekan dampak negatif media sosial terhadap anak.

Menurut Sulfi, salah satu solusi konkret adalah menghidupkan kembali permainan tradisional di kalangan anak-anak. Selain sebagai sarana hiburan, permainan tersebut juga memiliki nilai edukatif dan sosial.

“Saya sangat apresiasi dan mendukung untuk dilestarikan dan digaungkan agar permainan tradisional ini, khususnya pada anak-anak yang ada di Kota Tangerang,” katanya saat ditemui di Sekretariat Kormi.

Ia menjelaskan bahwa pengenalan permainan tradisional dapat menjadi alternatif bagi anak dalam mengisi waktu luang. Aktivitas tersebut dinilai mampu mengalihkan perhatian anak dari ketergantungan gadget.

Berbagai jenis permainan tradisional pun terus disosialisasikan kepada masyarakat. Mulai dari bakiak, engrang, hingga permainan sederhana lainnya yang sarat nilai kebersamaan.

“Kormi tersedia permainan tradisional sekaligus kita dapat mensosialisasikan permainan bakiak, hengrang, ketapel, sumpit dan lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sulfi mendorong agar permainan tradisional tidak hanya sekadar dikenalkan, tetapi juga masuk ke dalam kegiatan sekolah. Ia berharap, hal tersebut dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi anak.

Upaya ini dinilai mampu memperkuat nilai budaya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi digital. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh lebih seimbang antara dunia digital dan aktivitas sosial.

“Supaya permainan tradisional yang ada di Kormi bisa menjadi bagian kurikulum lokalnya Pendidikan Kota Tangerang,” tuturnya.

Di akhir, ia berharap dunia pendidikan di Kota Tangerang dapat mengambil peran aktif dalam membatasi penggunaan gadget. Salah satunya dengan mengintegrasikan permainan tradisional dalam aktivitas belajar.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membatasi penggunaan gadget, tetapi juga melestarikan budaya lokal di kalangan generasi muda.

“Semoga jika permainan tradisional menjadi solusi terhadap pembatasan terhadap gedget bagi anak, sehingga permainan tradisional juga bisa dilestarikan,” tutupnya.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam melindungi anak dari dampak negatif teknologi. Dengan pendekatan yang tepat, keseimbangan antara kemajuan digital dan pelestarian budaya dapat tercapai.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.