TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Aksi percobaan pencurian sepeda motor terjadi di sebuah rental PlayStation di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu sore, 5 April 2026. Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 16.38 WIB dan sempat membuat panik warga sekitar.
Kejadian tersebut tepatnya terjadi di depan sebuah rental PS di Jalan Irigasi Kenanga, RT 06/RW 04 No.19, Kelurahan Kenanga. Lokasi yang berada di area padat aktivitas itu mendadak gaduh saat aksi pelaku terungkap.
Pelaku diduga telah mengincar lokasi sebelum beraksi dengan memanfaatkan celah parkiran. Ia datang dari arah Pasar Sipon dan langsung menuju area parkir kendaraan.
Menurut pemilik rental PS, Septian alias Bang Yan, pelaku terlihat sudah mengetahui kondisi tempat tersebut. Gerak-geriknya sejak awal juga dinilai mencurigakan.
“Jadi pelaku itu dari arah Pasar Sipon langsung turun ke parkiran, langsung. Jadi kayaknya sih dia udah tahu tuh celah di bawah itu dari turun ke parkiran, dia langsung incar motor,” katanya kepada Lensa Banten saat ditemui di TKP pada Senin, 6 April 2026 sore.
Aksi pelaku mulai terendus setelah alarm keamanan berbunyi dari lokasi parkir. Sistem CCTV dan alarm yang terpasang membuat pegawai langsung menyadari adanya hal mencurigakan.
“Karena di sini kita pasang CCTV sama alarm, alarm bunyi. Alarm bunyi, pegawai toko kita tahu tuh ada hal mencurigakan,” ujarnya.
Pegawai kemudian mengajak pengunjung untuk mengecek kondisi di luar. Suasana langsung ricuh setelah terdengar teriakan maling dari warga.
“Beberapa orang datang dan karena kegaduhan tuh ya pada teriak-teriak ‘wah maling-maling’, ketahuan,” kata dia.
Mengetahui aksinya terbongkar, pelaku langsung berusaha melarikan diri dari lokasi. Ia sempat dikejar oleh pegawai dan warga yang berada di sekitar tempat kejadian.
Situasi berubah mencekam saat pelaku mengeluarkan senjata api dan menodongkannya ke arah warga. Aksi nekat itu membuat pengejar sempat mundur karena takut.
“Jadi awalnya tuh dia nodongin pistol ke yang ngejar, terus dikejar lagi baru ditembakkan,” ujarnya.
Satu kali tembakan sempat dilepaskan pelaku saat mencoba kabur dari kejaran. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, suara tembakan terdengar cukup jelas.
“Info dari saksi sih satu kali,” katanya.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, pelaku gagal membawa kabur sepeda motor incarannya. Kendaraan yang ditargetkan diketahui milik pelanggan rental.
“Itu kayaknya yang diincar sih motor pelanggan yang kita parkir di bawah,” ujar dia.
Saat kejadian berlangsung, kondisi rental PS tengah ramai pengunjung. Banyak orang berada di dalam lokasi sehingga suasana semakin tegang saat insiden terjadi.
“Kondisi lagi ramai, lagi full,” katanya.
Pelaku diketahui berjumlah dua orang yang beraksi secara terorganisir. Satu pelaku menunggu di atas motor, sementara satu lainnya turun untuk melakukan pencurian.
“Pelakunya dua orang. Satu standby di motor, satu kayaknya mau beraksi itu,” ujarnya.
Aksi pencurian tersebut akhirnya gagal total setelah situasi menjadi gaduh. Pelaku memilih kabur dengan mengancam menggunakan senjata api.
“Pelaku berhasil kabur karena nodong, ngancem ya pakai pistol itu,” katanya.
Wilayah Cipondoh Gondrong Rawan Curanmor
Bang Yan menyebut aksi serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Ia mengaku kawasan Cipondoh Gondrong sebelumnya juga pernah menjadi sasaran percobaan pencurian.
“Jadi nggak cuma sekali nih kejadian di area ini, Cipondoh Gondrong ini,” ujarnya.
Ia berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang dinilai sangat membahayakan. Terlebih, penggunaan senjata api dalam aksi kejahatan meningkatkan risiko bagi warga.
“Ya harapannya pelaku cepat-cepat ditangkap ya karena ini membahayakan,” katanya.
Hingga beberapa waktu setelah kejadian, pihak kepolisian dari Polsek Cipondoh diketahui belum datang ke lokasi kejadian perkara (TKP). Kondisi ini membuat warga sekitar mempertanyakan respons aparat terhadap insiden tersebut.
Pihak dari Lensa Banten juga telah berupaya menghubungi Kapolsek Cipondoh, AKP Yudha melalui pesan WhatsApp, guna meminta keterangan resmi. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan respons.









