KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang tengah fokus pada pembangunan jalan untuk mendukung konektivitas wilayah, khususnya di sisi barat dan utara Kota Tangerang. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, yang menargetkan integrasi infrastruktur di kawasan perbatasan daerah.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzeni, ST, M.Si, M.Sc, menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini bertujuan untuk menghubungkan akses strategis, termasuk proyek strategis nasional (PSN). “Saat ini, kami memprioritaskan akses di wilayah barat, seperti di Sangego, yang ditargetkan selesai tahun ini,” ungkapnya, Senin, 25 November 2024.
Selain itu, PUPR juga mempersiapkan pembangunan di sisi utara, yang mencakup frontage Sedyatmo, kawasan Bandara Soekarno-Hatta, hingga area M1 Bandara.
Proyek di sisi utara ini akan melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Angkasa Pura II dan pengembang kawasan.
“Kami optimis, konstruksi untuk kawasan M1 dapat dimulai tahun depan. Lokasi ini meliputi area Selapajang dan Neglasari yang padat aktivitas, termasuk jalur menuju Tangerang Utara dan perimeter utara,” tambah Taufik.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi lalu lintas, PUPR berencana menerapkan sistem looping di wilayah utara. Dengan pembangunan ini, Kota Tangerang diharapkan semakin terintegrasi, baik untuk mendukung mobilitas warga maupun untuk menunjang akses menuju proyek-proyek strategis di daerah perbatasan.
“Melalui perencanaan dan kolaborasi yang matang, kami optimis seluruh proyek dapat berjalan sesuai target, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Taufik.








