JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Rahasia Intelijen menunjukkan bahwa musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga medium perlawanan sosial melalui single terbaru mereka, “Suci Tanah Pembantaian”.
Band yang kini diperkuat Winky Wiryawan, Anindya Pramadhyana, Cesar Alkautsar, Topan Tofano dan Nicko Rahmat Prabowo itu menghadirkan lagu dengan energi brutal dan pesan yang tajam.
Dirilis melalui HALOS Records, lagu ini mengangkat tema konflik global yang telah berlangsung selama lebih dari 1.200 tahun dan dipenuhi kepentingan politik, sosial serta ekonomi.
Dalam liriknya, Rahasia Intelijen mengkritik bagaimana nama Tuhan sering dijadikan pembenaran atas perang dan kekerasan, sementara masyarakat sipil menjadi korban yang terus menderita.
“Musik adalah cara kami menyuarakan keresahan itu,” ujar Anindya Pramadhyana.
Band ini juga menyoroti fenomena meningkatnya sentimen antar kelompok dan derasnya arus disinformasi yang membuat masyarakat semakin terpecah di era modern.
Bagi Winky Wiryawan, musik memiliki kekuatan untuk menjadi ruang refleksi sekaligus alat menyampaikan kritik sosial secara lebih emosional dan jujur.
“Kami percaya musik adalah medium yang paling jujur untuk menyampaikan refleksi sosial,” tutur Winky.
Melalui “Suci Tanah Pembantaian”, Rahasia Intelijen ingin mengingatkan bahwa kemanusiaan seharusnya tetap menjadi prioritas di tengah berbagai konflik dan perebutan kepentingan dunia.
Dengan musikalitas agresif dan pesan yang berani, single ini semakin mempertegas posisi Rahasia Intelijen sebagai salah satu band metal alternatif yang konsisten membawa isu sosial ke dalam karya mereka. (san/*) #foto dok. halos records









