KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang resmi meluncurkan Sistem Informasi Masjid Kota Tangerang (Simaskot) di tengah meriahnya kegiatan Festival Al-A’zhom 2024. Peluncuran ini menjadi langkah awal dalam mendigitalisasi pengelolaan masjid di Kota Tangerang.
Ketua DMI Kota Tangerang, Heriyanto, menjelaskan bahwa Simaskot merupakan hasil kerjasama antara DMI dengan aplikasi Smart Masjid Indonesia.
“Dengan hadirnya Simaskot, kami berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan mudah kepada jamaah. Kami ingin menjadikan masjid sebagai pusat solusi umat dan menjadikan masjid lebih terpaut dengan jamaah,” ujar Heriyanto.
Simaskot hadir dengan berbagai tujuan :
- Memberikan pelayanan yang baik dan mudah kepada jamaah.
- Menjadikan masjid sebagai pusat solusi umat dan lebih terpaut dengan jamaah.
- Meningkatkan manajemen dan pengelolaan masjid agar lebih baik dan modern.
- Mendata administrasi dan keuangan masjid dengan lebih terstruktur.
- Memastikan pelayanan masjid lebih baik dan termonitor dengan baik.
Manfaat dari implementasi Simaskot sangat beragam, antara lain memberikan pelayanan dapat dilakukan secara online, tanpa terbatas ruang dan waktu melalui web, aplikasi Android, atau Anjungan Layanan Mandiri Masjid (Self Service). Memudahkan proses administrasi dan pencatatan, pelayanan lebih cepat dengan tanda tangan elektronik terverifikasi.
“Selain itu juga menghemat waktu dan biaya operasional serta mengurangi penggunaan kertas sehingga lebih ramah lingkungan.”
Peluncuran Simaskot ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Tangerang untuk mendorong digitalisasi di berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Pj Wali Kota Tangerang Dr. Nurdin, menegaskan aplikasi itu mengintegrasikan berbagai informasi dari masjid-masjid yang ada di Kota Tangerang tersebut.
“Dengan total kurang lebih 800 masjid di Kota Tangerang, dan asumsi setiap masjid ada 100 jemaah maka tentunya ini akan menjadi potensi yang besar bagi Kota Tangerang, dan jejaring tersebut tentunya harus diperkuat dengan cara mengintegrasikannya menjadi satu sistem terpadu dan komprehensif,” terang Dr. Nurdin.









