KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui inovasi berbasis digital. Salah satunya dengan menghadirkan fitur Sistem Usulan Pelatihan (SUPEL), sebuah terobosan dalam perencanaan pengembangan kompetensi ASN yang pertama di Indonesia, lebih terarah dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan BKPSDM Kota Tangerang, Yunita Virdianti, menjelaskan bahwa SUPEL merupakan pengembangan dari ekosistem pembelajaran Tangerang Government University (GORVU) yang mulai dibangun pada 2024 dan diimplementasikan secara optimal pada 2025.
“Melalui SUPEL, kami mengubah pendekatan perencanaan pelatihan yang sebelumnya cenderung top-down menjadi bottom-up, sehingga kebutuhan pelatihan benar-benar berasal dari unit kerja teknis di masing-masing perangkat daerah,” kata Yunita.
Transformasi Perencanaan Berbasis Data
Yunita menuturkan, sebelum adanya SUPEL, penyusunan program pelatihan ASN belum sepenuhnya mencerminkan kebutuhan aktual di lapangan. Kini, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dapat mengusulkan kebutuhan pelatihan secara langsung melalui sistem digital yang terintegrasi melalui www.gorvu.tangerangkota.go.id.
Prosesnya dimulai dari analisis kebutuhan kompetensi oleh bidang teknis sesuai tugas pokok dan fungsi. Hasil analisis tersebut kemudian diinput ke dalam sistem SUPEL untuk diverifikasi oleh BKPSDM.
“Dari situ, kami menyusun program pelatihan mulai dari penentuan prioritas, penyesuaian kebutuhan organisasi, hingga perencanaan anggaran. Semua berbasis data yang masuk dari OPD,” ujarnya.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, sekaligus akuntabilitas dalam pengelolaan pelatihan ASN.
Lebih Efisien dan Tepat Sasaran
Implementasi SUPEL membawa sejumlah manfaat strategis. Selain membuat perencanaan pelatihan lebih tepat sasaran, sistem ini juga memangkas proses manual melalui digitalisasi yang terintegrasi.
Setiap usulan pelatihan dapat dipantau secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi. Di sisi lain, pengalokasian anggaran menjadi lebih optimal karena disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan.
“Koordinasi antar perangkat daerah juga semakin kuat, karena ada sinergi yang jelas antara OPD sebagai pengusul dan BKPSDM sebagai penyelenggara pelatihan,” kata Yunita.
Tak hanya itu, seluruh data usulan pelatihan terdokumentasi secara digital dan menjadi basis data penting untuk evaluasi serta perencanaan di masa mendatang.
Pelatihan Lebih Relevan dengan Kebutuhan Lapangan
Dengan sistem ini, pelatihan ASN di Kota Tangerang kini lebih aplikatif dan berdampak langsung terhadap kinerja. Materi yang diberikan disusun berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi ASN dalam pekerjaan sehari-hari.
“Program pelatihan menjadi lebih relevan, selaras dengan kebutuhan organisasi, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Yunita.
Implementasi Makin Matang di 2026
Memasuki 2026, implementasi SUPEL menunjukkan perkembangan signifikan. Seluruh program pengembangan kompetensi ASN yang diselenggarakan BKPSDM telah mengacu pada data usulan yang dihimpun melalui sistem tersebut pada tahun sebelumnya.
Cakupan implementasinya pun semakin luas, mulai dari penentuan judul dan kurikulum pelatihan teknis, materi pembelajaran, tema webinar, hingga produksi konten pembelajaran dalam platform Tangerang Government University.
“Artinya, seluruh ekosistem pembelajaran ASN di Kota Tangerang kini sudah terintegrasi dan berbasis kebutuhan riil,” ucap Yunita.
Arah Pengembangan Terintegrasi dengan HCDP
Ke depan, SUPEL akan dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi dengan Human Capital Development Plan (HCDP). Integrasi ini bertujuan mengaitkan kebutuhan pengembangan kompetensi ASN dengan arah pembangunan daerah.
Perencanaan tersebut akan mengacu pada dokumen strategis seperti RPJMD, sehingga pengembangan kompetensi tidak hanya memenuhi kebutuhan unit kerja, tetapi juga selaras dengan visi pembangunan Kota Tangerang.
“Dengan integrasi SUPEL dan HCDP, kami ingin memastikan sistem pengembangan kompetensi ASN menjadi lebih terstruktur, terukur, dan berorientasi pada kinerja pembangunan daerah,” kata Yunita.
Fondasi Transformasi ASN
Yunita menegaskan, kehadiran SUPEL merupakan langkah nyata transformasi digital dalam pengelolaan pengembangan kompetensi ASN di Kota Tangerang.
Melalui pendekatan berbasis kebutuhan, sistem ini tidak hanya meningkatkan kualitas perencanaan pelatihan, tetapi juga memastikan setiap program benar-benar memberikan dampak terhadap kinerja ASN dan pelayanan publik.
“Ke depan, SUPEL akan menjadi fondasi penting dalam membangun ASN yang adaptif, kompeten, dan selaras dengan arah pembangunan daerah,” tuturnya.










