Warga Ciwandan Keluhkan Akses Layanan Kesehatan, Dampak Asap PT Chandra Asri

Virus HMPV Sudah Ditemukan di Indonesia, Dinkes Kota Tangerang Minta Warga Tenang
Ilustrasi. Warga menggunakan masker untuk melindungi diri dari bau asap. foto : istcokphoto

CILEGON, LENSABANTEN.CO.ID – Masyarakat di Ciwandan, Cilegon, terus merasakan dampak bau menyengat dari pabrik kimia PT Chandra Asri.

Keluhan mereka semakin meningkat karena hingga kini belum ada bantuan yang diterima oleh warga yang terdampak.

Bacaan Lainnya

Yang menjadi perhatian utama adalah kesulitan akses pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami sakit akibat paparan bau beracun tersebut.

Ketua RT 18 RW 05 Lingkungan Kramat, Kelurahan Tegal Ratu, Ciwandan, Uci Habibi, menyampaikan kekecewaannya terhadap kurangnya respons dan bantuan dari pihak perusahaan.

“Sampai saat ini, belum ada bantuan dari perusahaan. Warga yang sudah tak kuat dengan bau beracun ini harus berusaha sendiri membawa korban ke puskesmas,” ucapnya, Selasa, 23 Januari 2024 kemarin.

Uci menyoroti keadaan darurat yang dialami warga yang harus membawa korban menggunakan sepeda motor, tanpa adanya ambulans baik dari perusahaan maupun pemerintah yang disiagakan di wilayah tersebut.

“Nggak ada (ambulans), kita pakai motor. Kalau ada yang sakit, laporan ke saya, dan kader RT yang turun langsung membawa ke puskesmas,” tambahnya.

Di tengah kesulitan akses pelayanan kesehatan, Direktur Legal External Affair & Circular Economy Edi Rivai mengakui bahwa perusahaan telah menghentikan operasional pabrik sejak bau menyengat mencemari langit Cilegon.

“Produksi sudah dihentikan, flaring-nya sudah dimatikan ketika masalah ini muncul,” jelasnya.

Meskipun begitu, asap masih terlihat di pabrik tersebut, menurut Edi, berasal dari boiler dan turbin penghasil listrik.

“Asap itu berasal dari boiler dan turbin, yang digunakan untuk menghasilkan listrik. Listrik harus tetap jalan untuk memastikan segalanya berjalan dengan baik,” terang Edi Rivai

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.