Waspada, Ini Deretan Wilayah Pesisir Banten yang Masuk Zona Rawan Tsunami

BMKG Prediksi Cuaca Anyer Cerah Hari Ini, Libur ke Pantai Aman tapi Waspadai Angin Kencang
BMKG Prediksi Cuaca Anyer Cerah Hari Ini, Libur ke Pantai Aman tapi Waspadai Angin Kencang

SERANG, LENSABANTEN.CO.ID— Provinsi Banten kembali diingatkan berada di garis depan ancaman tsunami. Posisi geografisnya yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda dan Samudra Hindia membuat sejumlah kabupaten dan kota di provinsi ini masuk kategori kawasan rawan gelombang besar, mulai dari pesisir barat hingga selatan.

Empat Wilayah Utama yang Rawan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten sejak lama memetakan bahwa potensi tsunami mengintai wilayah Pandeglang, Lebak, Serang, Cilegon, hingga Tangerang. Ancaman ini erat kaitannya dengan sumber gempa di selatan Pulau Jawa serta aktivitas vulkanik di Selat Sunda.

Bacaan Lainnya

Secara lebih rinci, setidaknya 14 titik di pesisir barat Jawa dan selatan Banten pernah dinyatakan rawan tsunami. Di Kabupaten Serang, titik rawan berada di Cinangka dan Anyer. Di Kabupaten Lebak, ancaman mengintai Kecamatan Bayah, Panggarangan, dan Malingping. Sementara di Kabupaten Pandeglang, wilayah rawan mencakup Kecamatan Sumur, Cikeusik, Pagelaran, Labuan, Carita, dan Panimbang.

Kota Cilegon menjadi perhatian khusus karena kawasan seperti Pulomerak, Ciwandan, dan Grogol merupakan daerah industri padat pabrik kimia. Bila tsunami menerjang, potensi dampaknya dinilai bisa lebih besar dibanding daerah lain karena kepadatan fasilitas industri di sana.

Skenario Terburuk: Megathrust Selat Sunda

Ancaman yang lebih serius datang dari potensi gempa megathrust di zona pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Riset yang dipaparkan awal tahun ini memproyeksikan bila megathrust di segmen selatan Sumatra hingga Selat Sunda pecah, guncangan kuat berpotensi dirasakan hingga Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Jakarta.

Dalam skenario tersebut, gelombang tsunami di pantai selatan Banten sekitar Ujung Kulon diperkirakan bisa mencapai puluhan meter, dengan rata-rata ketinggian gelombang di pesisir selatan Jawa sekitar 10 meter. Pesisir selatan Banten, bersama Sukabumi, Pangandaran, dan Cilacap, disebut sebagai zona dengan risiko paling tinggi dalam pemodelan ini.

Riset terpisah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait potensi megathrust Enggano turut memperkirakan gelombang tsunami di pesisir Banten bisa berkisar 4 hingga 8 meter, dengan waktu tempuh gelombang ke wilayah Lebak diperkirakan hanya sekitar 18 menit setelah gempa terjadi — jauh lebih cepat dibanding waktu tempuh ke Jakarta yang sekitar 2,5 jam.

Perlu digarisbawahi, para peneliti menegaskan skenario ini merupakan pemodelan ilmiah berbasis kondisi terburuk, bukan prediksi waktu kejadian, dan disusun untuk memperkuat kesiapsiagaan, bukan memicu kepanikan.

Upaya Mitigasi di Lapangan

Sejumlah daerah telah bergerak memperkuat sistem peringatan dini. Di Kota Cilegon, lima sirine peringatan dini tsunami tersebar di titik-titik seperti Gunung Sugih, Kubangsari, Gerem, Mekarsari, dan Lebak Gede, yang rutin diuji setiap tanggal 26 setiap bulan agar warga terbiasa membedakan sinyal latihan dengan peringatan sungguhan.

Di Kabupaten Lebak, pemerintah daerah telah memetakan sekitar 120 titik jalur evakuasi di kawasan pesisir selatan, mencakup wilayah Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan, Bayah, Cilograng, dan Cibeber. Warga di jalur evakuasi ini diperkirakan hanya punya waktu 10–20 menit untuk menyelamatkan diri begitu tsunami dipicu oleh gempa di Samudra Hindia.

Tidak Semua Gempa Berarti Tsunami

Meski begitu, tidak setiap gempa di kawasan ini otomatis memicu tsunami. Pada Juli lalu, gempa bermagnitudo 5,5 mengguncang Selat Sunda dengan pusat gempa sekitar 62 kilometer barat daya Sumur, Pandeglang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami berdasarkan hasil pemodelan resmi.

Sebagai pengingat sejarah, pesisir barat Banten pernah dihantam tsunami pada akhir Desember 2018 yang dipicu longsoran material erupsi Gunung Anak Krakatau, bukan oleh aktivitas gempa tektonik — sebuah anomali yang membuat masyarakat setempat kini lebih waspada terhadap berbagai jenis pemicu gelombang besar, tak hanya gempa.

Imbauan bagi Warga Pesisir

Otoritas terkait terus mengimbau warga di kawasan pesisir Banten untuk tetap waspada tanpa perlu panik: mengenali jalur evakuasi terdekat, memahami arti bunyi sirine, dan mengikuti arahan resmi dari BPBD maupun BMKG setiap kali ada peringatan dini gelombang tinggi atau aktivitas vulkanik di Selat Sunda.

 

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.