ICE BSD, LENSABANTEN. CO. ID— Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) melepas 3.038 wisudawan dari delapan fakultas dalam wisuda yang digelar di ICE BSD, Tangsel, Banten, Selasa 29 September 2026.Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), para lulusan diingatkan bahwa ijazah saja tidak cukup untuk bersaing di dunia kerja.
Karena jumlah wisudawan yang besar, prosesi dibagi menjadi tiga sesi, yakni pagi, siang, dan malam.
Rektor UMT Dr. Warsito, M.Si., mengatakan, ada tiga hal yang ia tekankan kepada para lulusan. Pertama, memperkuat iman. Menurut dia, godaan di luar kampus dikhawatirkan menjerumuskan lulusan yang tidak kuat secara keimanan.
“Yang pertama kami menekankan, kuatkan iman dulu, kuatkan Islamnya dulu. Kalau adik-adik tidak kuat imannya, godaan-godaan di luar itu dikhawatirkan akan menjerumuskan ke hal yang tidak baik,” ujar Warsito.
Kedua, lulusan harus meningkatkan kompetensi. Warsito menyebut, sarjana tidak cukup hanya berbekal ijazah. Mereka perlu memperkuat literasi digital dan mengikuti sertifikasi kompetensi agar siap bersaing.
Ia merujuk pada data yang disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Banten dalam suatu acara, bahwa terdapat sekitar 200.000 lulusan sarjana di Banten. Tanpa bekal kompetensi, lulusan berpotensi kewalahan menghadapi persaingan.
Ketiga, lulusan didorong meningkatkan kemampuan soft skill, seperti pemecahan masalah (problem solving) dan kemampuan analitis. Menurut Warsito, selama kuliah mahasiswa banyak bergelut dengan teori, sementara di lapangan kemampuan soft skill yang justru banyak dicari.
“Semakin bagus soft skill, kemampuan analitis, dan problem solving-nya, insyaallah itu yang banyak dicari di lapangan,” kata dia.
Dibekali sertifikasi kompetensi dan TOEFL
Warsito menuturkan, UMT telah membekali lulusannya dengan sertifikasi kompetensi. Kampus tersebut memiliki lembaga sertifikasi profesi (LSP) internal dengan 35 skema sertifikasi.
Selain itu, lulusan juga mengikuti tes TOEFL. Dengan demikian, saat lulus, mereka memegang tiga bekal sekaligus, yakni ijazah, sertifikat kompetensi, dan bukti kemampuan bahasa Inggris.
“Jadi lulusan UMT selain mendapatkan ijazah, juga dibekali sertifikasi kompetensi, kemudian kemampuan bahasa Inggris juga,” ujarnya.
Ingat almamater dan orang tua
Di akhir pesannya, Warsito mengingatkan para wisudawan agar tidak melupakan almamater dan orang tua. Ia menilai setinggi apa pun capaian seorang lulusan, hal itu tidak berarti baik jika ia melupakan orang tua dan almamaternya.








