SERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Pemerintah Provinsi Banten kembali mempertahankan status nol kasus rabies pada 2025. Catatan ini memperpanjang rekor bebas rabies Banten menjadi 14 tahun berturut-turut, sebuah capaian yang relatif jarang terjadi di tengah mobilitas dan populasi hewan penular rabies yang terus meningkat.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M. Tauchid menyebut keberhasilan tersebut tidak terjadi tanpa tantangan. Sepanjang 2025, tercatat 1.362 laporan gigitan Hewan Penular Rabies (HPR), angka yang menunjukkan tingginya interaksi manusia dengan hewan berisiko. Namun, seluruh kasus tersebut berhasil ditangani tanpa berkembang menjadi rabies pada manusia.
Menurut Agus, angka gigitan yang relatif tinggi justru menjadi indikator penting efektivitas sistem penanganan.
“Dengan 1.362 kasus gigitan yang seluruhnya tertangani sesuai prosedur medis dan vaksinasi, status bebas rabies bisa tetap dipertahankan,” kata Agus di Serang, Sabtu, 10 Januari 2026.
Upaya mempertahankan status nol rabies, kata Agus, bergantung pada surveilans berlapis dan vaksinasi berkelanjutan. Dinas Pertanian Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota menerapkan pola kerja proaktif dengan mendatangi langsung pemilik hewan penular rabies untuk vaksinasi, alih-alih menunggu laporan masuk.
Strategi tersebut tidak hanya menyasar anjing dan kucing peliharaan, tetapi juga petugas kesehatan hewan yang memiliki risiko paparan tinggi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam memutus potensi penularan sejak dini, terutama di wilayah dengan kepadatan permukiman dan lalu lintas hewan yang tinggi.
Meski berstatus bebas rabies, pemerintah daerah menilai risiko belum sepenuhnya hilang. Populasi hewan penular rabies di lingkungan masyarakat masih tergolong besar, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan. Agus mengingatkan warga untuk segera melakukan pertolongan pertama jika mengalami gigitan, dengan mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun, lalu melaporkannya ke Rabies Center terdekat.
“Rabies memang hampir selalu berakibat fatal jika terlambat ditangani, tetapi sepenuhnya bisa dicegah apabila korban segera mendapat penanganan medis,” ujar Agus.
Sebagai langkah pencegahan utama, Pemprov Banten terus mendorong vaksinasi rutin bagi hewan peliharaan. Layanan vaksin tersedia di klinik hewan serta Rumah Sakit Hewan milik Dinas Pertanian Provinsi Banten, yang menjadi garda terdepan dalam menjaga status nol rabies tetap bertahan.









