Bangun Bisnis Wedding, Gandy Priapratama Tekankan Amanah dan Kolaborasi

Cermat Pilih Wedding Organizer, Jangan Tergiur Harga Murah
Pemilik sekaligus Managing Director Pranatacara Organizer, Gandy Priapratama

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Managing Director Pranatacara Organizer, Gandy Priapratama, mendorong para pelaku usaha wedding organizer (WO) dan vendor pernikahan pemula untuk membangun bisnis secara bertahap, profesional, serta mengutamakan kepercayaan pelanggan.

Menurut Gandy, salah satu kunci utama agar usaha di industri pernikahan dapat berkembang dan bertahan dalam jangka panjang adalah menjaga amanah serta memberikan pelayanan terbaik kepada setiap klien.

Bacaan Lainnya

Ia mengingatkan, penyelenggaraan pernikahan bukanlah pekerjaan biasa. Setiap acara memiliki nilai penting bagi pasangan pengantin dan keluarga karena merupakan momen istimewa yang tidak dapat diulang.

Karena itu, setiap pelaku usaha harus menjalankan tanggung jawabnya dengan sungguh-sungguh, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan acara.

“Yang paling penting itu amanah. Acara yang kita layani bukan sekadar acara biasa, karena momen pernikahan tidak bisa diulang. Jadi, mari kita maksimalkan dan berikan yang terbaik sesuai dengan porsinya,” ujar Gandy.

BACA JUGA  : Pameran “More than Human” di Singapura Gabungkan Seni Imersif dan Kearifan Lokal Asia Tenggara

Ia juga menyarankan pelaku WO pemula agar tidak terburu-buru mengambil proyek pernikahan berskala besar apabila belum memiliki kemampuan dan sumber daya yang memadai.

Menurutnya, membangun bisnis wedding membutuhkan proses panjang. Persiapan sebuah pernikahan umumnya berlangsung selama tiga hingga enam bulan, bahkan bisa mencapai satu tahun. Dengan demikian, dibutuhkan kesiapan, perencanaan, dan komitmen untuk memberikan pelayanan secara konsisten.

Gandy menyarankan para pelaku usaha memulai dari proyek-proyek berskala kecil sebagai sarana membangun pengalaman, meningkatkan kemampuan, sekaligus menjaga kualitas pelayanan.

“Jangan langsung mengambil acara besar kalau memang belum mampu. Mulailah dari handling yang kecil-kecil terlebih dahulu. Semua ada prosesnya, tidak bisa instan dalam membangun usaha wedding,” katanya.

BACA JUGA   : Status Ibu Tak Halangi Tengku Dewi Putri Kembali Berkarier sebagai DJ

Selain menjaga kualitas layanan, Gandy menekankan pentingnya menentukan positioning atau posisi bisnis di tengah persaingan industri pernikahan.

Menurut dia, pelaku usaha tidak harus mengambil seluruh segmen pasar, mulai dari pernikahan sederhana hingga pesta berskala besar. Sebaliknya, mereka perlu menentukan target pasar yang sesuai dengan kemampuan dan karakter bisnisnya.

Dengan fokus pada segmen tertentu, pelaku usaha dapat lebih memahami kebutuhan konsumen, konsep pernikahan, hingga jenis pelayanan yang dibutuhkan.

Ia menilai, lebih baik menjadi pelaku usaha yang unggul pada segmen pasar tertentu daripada mencoba melayani semua kalangan tanpa memiliki fokus yang jelas.

“Lebih baik kita bermain di kolam yang kecil, tetapi menjadi leader di situ, daripada semua segmen diambil tetapi akhirnya tidak fokus. Tentukan positioning, pelajari kebutuhan pasar, lalu berikan pelayanan terbaik,” jelasnya.

BACA JUGA  : Pedoman Visual Logo dan Pedoman Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2026

Lebih lanjut, Gandy mengingatkan bahwa keberhasilan bisnis WO tidak terlepas dari hubungan dan kolaborasi dengan berbagai vendor pendukung, seperti penata rias atau make up artist (MUA), dekorator, fotografer, pengelola tempat acara (venue), hingga penyedia katering.

Menurutnya, WO tidak dapat bekerja sendiri karena keberhasilan sebuah acara pernikahan merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat.

Karena itu, ia mengajak pelaku usaha untuk membangun hubungan profesional dan komunikasi yang baik dengan setiap vendor. Bahkan, Gandy lebih memilih menyebut mereka sebagai partner daripada sekadar rekanan.

Baginya, keberhasilan satu vendor turut menjadi keberhasilan WO. Sebaliknya, kegagalan salah satu pihak juga dapat berdampak terhadap keseluruhan penyelenggaraan acara.

“Posisikan para vendor bukan sekadar vendor, tetapi sebagai partner. Keberhasilan salah satu vendor adalah keberhasilan WO. Begitu juga sebaliknya, kalau ada yang gagal, dampaknya bisa menjadi kegagalan WO. Jadi, kita harus membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan semua pihak,” tuturnya.

Ia berharap para pelaku usaha di industri pernikahan dapat saling mendukung, menjaga profesionalisme, dan memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan kepuasan terbaik bagi pasangan pengantin sebagai pengguna jasa.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.