KOTA ANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Seorang pelanggan Perumda Tirta Benteng (TB) di Kota Tangerang mengeluhkan tagihan air bersih yang terus melonjak setiap bulan hingga mencapai lebih dari dua kali lipat. Merasa aduannya tak kunjung mendapat solusi, pelanggan tersebut bahkan berniat melaporkan persoalan ini ke Ombudsman RI.
Keluhan itu disampaikan Pahrul Roji, warga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, melalui akun media sosialnya pada Senin, 2 November 2026. Ia mengaku kecewa dengan pelayanan Perumda Tirta Benteng yang dinilai tidak memberikan penyelesaian atas lonjakan tagihan air yang dialaminya.
“Lapor ke Ombudsman kali yah terkait lonjakan pembayaran air PDAM Tirta Benteng 2x lipat setiap bulannya,” tulis Pahrul.
Menurut Pahrul, setiap kali mengadukan persoalan tagihan, pihak Perumda TB justru menyebut kemungkinan adanya kebocoran pada instalasi air di rumahnya. Namun, ia merasa tidak mendapat solusi konkret sebagai pelanggan yang membutuhkan kepastian terkait penyebab lonjakan tagihan tersebut.
“PDAM (Perumda TB-red) selalu menyalahkannya pelanggan dengan dalil ada kebocoran diinstalasi pemakaian, tapi tidak diberikan solusinya, sebagai bentuk pelayanan sebagai pelanggan,” ujar Pahrul.
BACA JUGA : Pemotor Tewas Usai Diduga Tabrak Truk Tanah Saat Menyalip di Cisauk-Legok
Pahrul juga mempertanyakan alasan tagihan yang terus meningkat setiap bulan jika memang penyebabnya adalah kebocoran instalasi. Ia mengaku sudah melakukan pengecekan mandiri ke seluruh jaringan air di rumahnya, tetapi tidak menemukan rembesan air pada tembok maupun indikasi kebocoran pipa.
“Kalau emang kebocoran masa setiap bulan naik terus, bulan ini bocor bulan selanjutnya pasti sama (jumlah tagihan-red) dengan sebelumnya. Kenapa beda dan malah terus naik,” ungkapnya.
Berdasarkan data tagihan yang ditunjukkan Pahrul, pembayaran air bersihnya mengalami kenaikan bertahap sejak Januari hingga Oktober 2026. Tagihan yang semula Rp531.500 pada Januari melonjak menjadi Rp2.379.500 pada Oktober, setelah sebelumnya tercatat Rp1.162.400 pada September.
Lonjakan tersebut membuat Pahrul mempertanyakan apakah persoalan serupa juga dialami pelanggan Perumda Tirta Benteng lainnya. Ia meminta perusahaan daerah tersebut tidak hanya fokus pada pengembangan jaringan pipa dan pembayaran pelanggan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan.
“PDAM jangan cuma mikirin pelanggan bayar aja, sementara pelayanan cuma kasih air,” ujarnya.
BACA JUGA : Link Download Logo Resmi Hari Pahlawan 2026 dan Tema Besar
Pahrul juga menyoroti sikap petugas saat pelanggan menyampaikan keluhan terkait perselisihan tagihan. Menurutnya, pelayanan yang diberikan justru terkesan menyalahkan pelanggan tanpa memberikan penjelasan maupun solusi yang memuaskan.
“PDAM nyalahin pelanggan doang bisanya, kaga bisa memberikan pelayanan,” ketus Pahrul dengan logat Betawinya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait keluhan tersebut, Humas Perumda Tirta Benteng, Yayan, meminta nomor pelanggan, foto meter air terbaru, serta nomor telepon pelanggan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Data tersebut diperlukan untuk pengecekan melalui sistem dan menjadi acuan pemeriksaan langsung ke lokasi.
“Izin bang, dibantu nomor pelanggannya, dan foto meter air hari ini atau terupdate, dan nomor telp pelanggan dimaksud, untuk dilakukan pengecekan by sistem, dan untuk acuan pengecekan langsung,” terang Yayan saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Namun, Pahrul mengaku enggan kembali mengajukan pengaduan ke Perumda Tirta Benteng. Ia merasa upaya menyampaikan keluhan sebelumnya tidak membuahkan hasil dan khawatir kembali menghadapi persoalan yang sama tanpa pelayanan yang maksimal.
Kini, Pahrul berharap persoalan lonjakan tagihan air yang dialaminya mendapat perhatian serius. Ia juga mempertimbangkan melaporkan masalah tersebut ke Ombudsman RI sebagai bentuk upaya mencari penyelesaian atas keluhan pelayanan publik yang dirasakannya.









