SINGAPURA, LENSABANTEN. CO. ID — ArtScience Museum, Singapura, akan menggelar pameran More than Human: Making With the Living World pada 28 November 2026 hingga 16 Mei 2027. Tiket sudah dapat dibeli sejak 28 Oktober 2026 melalui seluruh loket tiket Marina Bay Sands maupun secara daring.
Ruang-ruang pamerannya dirancang arsitek asal Singapura dan terinspirasi dari labirin semak, gugusan pulau, serta lanskap hutan. Setiap ruang mengajak pengunjung menyelami hubungan antara manusia dan alam dari berbagai perspektif.
Salah satu karya yang menjadi sorotan adalah Berl-Berl karya Jakob Kudsk Steensen, instalasi audiovisual imersif berskala besar yang membawa pengunjung menjelajahi lanskap lahan basah digital yang terus berubah. Karya itu terinspirasi dari bentang alam yang dahulu membentuk wilayah Berlin.
Ada pula How to Carve a Sculpture karya Aki Inomata, yang mengolah kayu bekas gigitan berang-berang menjadi karya seni dan mengajak pengunjung merefleksikan apakah kreativitas hanya dimiliki manusia.
Sementara itu, Pollinator Pathmaker: Perceptual Field 7SzzLn6GnY97DSo7hCSLMf karya Alexandra Daisy Ginsberg hadir berupa tapestri sepanjang delapan meter yang menggambarkan taman yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan berbagai spesies penyerbuk.
Edisi Singapura diperkaya perspektif khas Asia Tenggara lewat karya baru maupun adaptasi dari sejumlah seniman dan kolaborator, antara lain Bewilder, Lêna Bùi, Ines Katamso, Khvay Samnang, Zarina Muhammad, Isa Pengskul, Citra Sasmita, Studio SKLIM, Superlative Futures, serta thesupersystem & VAAS.
Pameran ini juga menggandeng sejumlah institusi lokal melalui kolaborasi dan peminjaman koleksi, yakni National Parks Board (NParks), Experimental Marine Ecology Laboratory National University of Singapore (NUS EMEL), dan Asian Civilisations Museum.
Karya yang disorot dari kolaborasi tersebut mencakup Bee Trail dari NParks, Fish Houses dari NUS EMEL, serta koleksi perangkap ikan tradisional Asia Tenggara dari Asian Civilisations Museum.
Kolaborasi itu menjadi bagian penting dari pendekatan ArtScience Museum dalam menghadirkan dialog yang lebih kaya dan relevan mengenai isu-isu global.
Perpaduan hasil penelitian, keahlian, dan perspektif Singapura diharapkan memberi pemahaman lebih dalam tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus mempertemukan gagasan global dengan pengetahuan dan kearifan lokal.
Pengunjung juga dapat menikmati beragam instalasi imersif karya seniman dan kolektif seni ternama dunia, seperti Marshmallow Laser Feast, Ursula Biemann, dan Zheng Mahler.
Melalui pengalaman sensori, karya-karya tersebut mengajak pengunjung memahami kompleksitas ekosistem dan saling ketergantungan alam, sekaligus membuka perspektif baru dalam merasakan kekayaan kehidupan di sekitar.









