TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID– Bayu Adi Putra (16) dari Perguruan Tapak Suci asal Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, tampil gemilang di ajang Banten Competition 2025. Ia berhasil meraih medali emas pada kategori seni yang digelar di Mal Bale Kota Tangerang, pada Jumat, 7 November 2025.
Bayu menorehkan prestasi usai menumbangkan empat lawan dari daerah berbeda. Kemenangan itu ia raih melalui perjuangan keras dan latihan panjang setiap malam.
“Alhamdulillah, cukup tegang tadi di dalam matrasnya juga. Rasanya campur aduk antara gugup dan semangat karena orang tua juga sudah berharap banyak,” ujar Bayu usai pertandingan.
Suasana kompetisi disebutnya penuh tekanan namun membakar semangat juang. Meski sempat grogi, ia tetap fokus dan mampu menampilkan gerakan terbaiknya.
“Suasananya tegang, campur aduk juga. Tapi semangat dari diri sendiri dan orang tua ngebantu banget,” katanya.
BACA JUGA : FOTO : Ribuan Pesilat Beraksi di Kompetisi Banten Pencak Silat 2025
Bayu mengaku sempat mengalami kendala saat berlaga di kategori seni. Namun dengan ketenangan dan kontrol napas, ia mampu menjaga kekuatan dan bentuk gerakan.
“Paling kendalanya di power dan bentuk gerakan, harus pas waktunya juga, termasuk ngatur napas,” ungkapnya.
Menurutnya, lawan terberat datang dari Pondok Kacang Barat. Pertarungan berlangsung ketat, namun Bayu tetap percaya diri hingga meraih kemenangan.
“Lawan terberat itu dari Pondok Kacang Barat,” ucapnya singkat.
Raihan medali emas menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bayu. Ia merasa latihan ekstra yang dijalani selama ini tidak sia-sia.
BACA JUGA : Banten Pencak Silat Competition 2025 Semarak, Libatkan 2.108 Peserta dari 12 Provinsi
“Senang banget pokoknya. Soalnya memang latihan ekstra tiap malam habis Isya,” tuturnya.
Rutinitas latihannya cukup padat dan penuh disiplin. Seusai sekolah, Bayu langsung berlatih hingga malam demi menjaga performa terbaiknya.
“Biasanya latihan malam, habis Isya. Jadi pulang sekolah, istirahat sebentar, lalu latihan lagi sampai malam,” tambahnya.
Dukungan besar datang dari kedua orang tuanya yang terus memberi semangat. Hal itu menjadi sumber kekuatan Bayu selama bertanding.
“Dukungan terkuat dari Ayah sama Ibu,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para peserta lain agar tidak mudah menyerah. Menurutnya, lawan terberat bukan di atas matras, melainkan di dalam diri sendiri.
“Pesan saya, tetap semangat dan jangan nge-down. Karena lawan tersusah itu bukan orang lain, tapi diri sendiri,” ujarnya.
TONTON VIDEONYA :
Bayu berharap prestasinya tak berhenti sampai di sini. Ia bertekad mempertahankan gelar juara hingga ke tingkat internasional.
“Harapan saya bisa terus juara sampai ke internasional. Insyaallah, amin,” tutupnya.
Kemenangan Bayu menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan disiplin tidak pernah mengkhianati hasil. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk terus berjuang dan mengharumkan nama daerah.









