TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Refleksi Waisak Nasional PKB 2026 digelar di Kelenteng Boen Tek Bio (BTB), Kota Tangerang, pada Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan bertema “Genta dan Lonceng Perdamaian” itu mengajak masyarakat menjaga toleransi dan rasa kemanusiaan di tengah kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja.
Acara tersebut dihadiri Abdul Halim Iskandar yang mewakili Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath, Wakil Ketua DPP PKB Daniel Johan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, Ketua DPW PKB Banten Ahmad Fauzi, serta sejumlah anggota DPRD Fraksi PKB setempat.
Sejumlah tokoh lintas agama, pengurus kelenteng, dan masyarakat juga ikut hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana refleksi Waisak berlangsung penuh kebersamaan dan doa untuk perdamaian.
Dunia Sedang Banyak Konflik
Wakil Ketua DPP PKB, Daniel Johan, mengatakan refleksi Waisak rutin dilakukan PKB setiap tahun. Menurutnya, pesan perdamaian dalam Waisak sangat penting di tengah banyaknya perang dan konflik yang terjadi saat ini.
“Dengan harapan Waisak tahun ini bisa membawa, menggaungkan perdamaian bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia. Karena saat ini dunia sedang bergejolak, ya, banyak peperangan,” kata Daniel Johan.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut digelar di vihara tertua yang sudah berdiri sejak tahun 1600. Daniel berharap momentum Waisak bisa membuat masyarakat semakin peduli terhadap sesama.
Dalam sambutannya, Abdul Halim Iskandar, mengatakan Tri Suci Waisak mengajarkan tiga hal penting, yaitu kebijaksanaan, welas asih, dan terbebas dari penderitaan. Namun menurutnya, nilai-nilai itu sekarang mulai sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
“Hampir setiap hari kita ketemu berbagai macam kekerasan. Kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan di sekolah, kekerasan di masyarakat. Welas asih seakan-akan sudah sirna,” kata Abdul Halim.
Ia berharap masyarakat Indonesia tetap menjaga rasa kemanusiaan dan tidak mudah terpecah. Menurutnya, nilai welas asih harus terus dijaga di tengah kondisi dunia yang penuh konflik.
Pesan Gus Dur Kembali Diingatkan
Abdul Halim juga kembali mengingatkan pesan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur soal pentingnya kemanusiaan. Pesan itu dinilai masih relevan untuk menjaga persatuan bangsa.
“Jangan tanya agamamu apa, tapi tanyalah apa yang sudah kamu perbuat untuk kepentingan kemanusiaan,” ucapnya.
Ia berharap peringatan Waisak bisa menjadi pengingat agar masyarakat terus menebarkan kebaikan dan menjaga kedamaian bersama.
Cak Imin Tidak Jadi Hadir
Daniel Johan, mengatakan Cak Imin sebenarnya dijadwalkan hadir langsung di acara tersebut. Namun karena ada agenda mendadak, kehadirannya akhirnya diwakilkan.
“Sebenarnya sudah mau hadir, protokol sudah datang, tetapi mendadak ada yang penting,” ujarnya.
Boen Tek Bio Tegaskan Terbuka untuk Semua
Ketua Perkumpulan Yayasan BTB, Ruby Santamoko, mengatakan kegiatan refleksi Waisak ini merupakan kerja sama antara DPP PKB, DPP BERANI, dan Perkumpulan Boen Tek Bio. Ia menegaskan Boen Tek Bio bersifat terbuka dan tidak terikat dengan partai politik mana pun.
“Kita kan Perkumpulan Boen Tek Bio kan sekali lagi non-partai, non-partisan ya. Kalau semua tamu yang datang kan kita terima,” tutup Ruby.









