Kadis PUPR Angkat Bicara Soal Jalan Rusak di Kota Tangerang, Warga Diminta Bersabar

TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Keluhan warga terkait kondisi jalan rusak di Kota Tangerang masih terus bermunculan usai Lebaran. Banyak masyarakat menilai perbaikan belum terlihat di lapangan hingga saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, memastikan bahwa penanganan jalan sebenarnya sudah dilakukan, bahkan sejak sebelum Lebaran.

Bacaan Lainnya

“Sebelum Lebaran sebenarnya kita sudah melakukan beberapa langkah penanganan. Hampir sekitar 250 ruas jalan sudah kita tangani, ada yang sifatnya sementara dan ada juga yang sudah permanen,” ujar Taufik, pada Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan, perbaikan yang dilakukan sebelumnya sebagian masih bersifat sementara. Sementara untuk perbaikan permanen, pemerintah telah menyiapkan anggaran dan akan dilaksanakan pada tahun 2026.

“Yang sementara itu sudah kita anggarkan untuk rekonstruksi di tahun 2026. Saat ini masih dalam proses persiapan dan pengadaan barang dan jasa,” jelasnya.

Taufik mengakui, proses perbaikan belum bisa langsung berjalan karena adanya perubahan aturan dari Kementerian PUPR, khususnya terkait analisa harga satuan pekerjaan. Hal ini membuat dokumen perencanaan yang telah disusun harus disesuaikan kembali.

“Ada perubahan surat edaran dari Kementerian PU terkait analisa harga satuan. Jadi perencanaan yang sudah kita susun sebelumnya harus kita sesuaikan lagi,” katanya.

Warga Minta Perbaikan Jalan Rusak Segera di Ruas M. Toha

Menurutnya, hampir seluruh ruas jalan di Kota Tangerang mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda. Namun, beberapa titik yang kondisinya cukup parah telah masuk dalam prioritas perbaikan.

“Yang rusaknya cukup parah di antaranya Jalan Iskandar Muda, Jalan Moh. Toha, Jalan Sangego, dan beberapa ruas lainnya yang sudah kita inventarisir,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, dokumen teknis berupa Detail Engineering Design (DED) sebenarnya sudah disiapkan sebelumnya. Namun, perubahan aturan membuat dokumen tersebut kini harus direvisi.

“DED sudah kita siapkan, tapi karena ada perubahan analisa harga satuan, jadi harus kita sesuaikan dulu,” tuturnya.

Saat ini, proyek perbaikan jalan belum memasuki tahap lelang. Pemerintah masih fokus menyelesaikan revisi dokumen sebelum masuk ke proses pengadaan.

“Kalau DED sudah selesai, baru kita masuk ke proses lelang dan pengadaan barang,” katanya.

Meski demikian, Taufik memastikan pihaknya akan mempercepat seluruh proses agar perbaikan jalan segera dirasakan masyarakat. Ia pun meminta warga untuk bersabar menunggu tahapan administrasi rampung.

“Kita usahakan secepat mungkin,” pungkasnya.

Pemerintah berharap, dengan percepatan proses yang sedang berjalan, perbaikan jalan dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat. Warga pun diimbau tetap berhati-hati saat melintas di ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.