Dari Riyadh ke Tanah Air: Lifter Indonesia Pulang sebagai Para Penakluk Podium Angkat Besi di ISG 2025

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID —Tim angkat besi Indonesia tiba di Tanah Air setelah mengikuti 6th Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 di Riyadh, Arab Saudi. Para atlet mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat, 13 November 2025 petang dan langsung disambut para pengurus serta pendamping tim. Suasana penyambutan berlangsung penuh apresiasi dan kebanggaan.

Weightlifting (Atlet Angkat Besi) dipasang khusus untuk menyambut lifter (Atlet Angkat Beban) Indonesia. Elemen visual tersebut menegaskan peran penting pada cabang angkat besi ISG 2025. Penyambutan ini menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan para atlet selama di Riyadh.

Bacaan Lainnya

Para atlet memperoleh total 3 emas, 7 perak, dan 1 perunggu dari cabang angkat besi. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Indonesia pada ajang internasional ini. Sembilan atlet yang diberangkatkan dinilai telah tampil secara maksimal.

Berikut daftar atlet dan perolehan medali:

1. Muhammad Husni – 3 Emas (Mens 60 kg, Snatch, Clean & Jerk, Total)
2. Leonardo Adventino Geovani – 1 Perak (Mens 65 kg, Snatch)
3. Basilia Bamerop Ninggan – 3 Perak (Womens 53 kg, Snatch, Clean & Jerk, Total)
4. Tita Nurcahya Melyani – 3 Perak (Womens 48 kg, Snatch, Clean & Jerk, Total)
5. Nadita Aprilia – 1 Perunggu (Womens 63 kg, Clean & Jerk)
6. Raihan Adesta Putra Perdana
7. Muhammad Ripqy Ramadhan
8. Amel Candra Novitasari
9. Jihan Syafitri

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Djoko Pramono, hadir langsung menyambut kedatangan para atlet. Ia menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang berhasil dibawa pulang. Menurutnya, sebagian besar atlet mampu meraih medali.

Dari Riyadh ke Tanah Air: Lifter Indonesia Pulang sebagai Para Penakluk Podium Angkat Besi di ISG 2025

“Ya, yang pasti kita menyampaikan syukur alhamdulillah, berkat Ilahi bahwa tugas yang diberikan pada PB PABSI, pada atlet-atlet PABSI, bisa kita laksanakan, meskipun belum sempurna. Belum semuanya dapat medali, tapi sebagian besar ya,” ujar Djoko, kepada awak Jurnalis.

Ia menjelaskan bahwa sembilan atlet diberangkatkan ke ISG dengan komposisi dari Pelatnas dan daerah. Lima atlet berasal dari daerah, sementara empat lainnya adalah atlet Pelatnas. Mereka semua dipilih berdasarkan kesiapan dan performa terbaik.

“Yang dibawa ada sembilan. Lima dari daerah, empat dari Pelatnas yang tidak ikut Sea Games,” jelasnya.

Djoko menambahkan bahwa Indonesia membawa pulang 11 medali dari cabang angkat besi. Capaian ini dinilai sangat baik mengingat persiapan yang cukup singkat. PB PABSI menilai hasil tersebut layak mendapat apresiasi tinggi.

“Tiga emas, tujuh perak, satu perunggu. Alhamdulillah,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa PABSI tidak menetapkan target khusus pada ajang ini. Keputusan keberangkatan yang baru jelas dua minggu sebelum pelepasan dinilai cukup menyulitkan persiapan teknis. Namun para atlet tetap mampu tampil maksimal.

Dari Riyadh ke Tanah Air: Lifter Indonesia Pulang sebagai Para Penakluk Podium Angkat Besi di ISG 2025

“Kita enggak pernah menentukan target, tapi kita selalu menyesuaikan dengan kesiapan kita. Event untuk ISG ini, kita tidak punya sampai dua minggu sebelum diputuskan,” ungkapnya.

Djoko menjelaskan sistem pembinaan PABSI tetap berjalan melalui Kejurnas dan Pelatnas. Pola rolling Pelatnas daerah diterapkan untuk menjaga regenerasi atlet. Sistem ini dinilai efektif membantu munculnya lifter muda berkualitas.

“Atlet yang di Pelatnas yang kita lihat sudah stuck, kita kembalikan dulu ke daerah. Yang dari Kejurnas tampilnya baik, kita tarik, itu rolling terus sehingga kita tidak pernah kekurangan atlet muda,” ujarnya.

Sementara itu, lifter muda Muhammad Husni menjadi pusat perhatian usai meraih tiga medali emas. Ia tampil konsisten dan kuat di seluruh nomor yang diikutinya. Prestasinya menjadi salah satu yang terbaik dari kontingen Indonesia.

“Ya, alhamdulillah, senang banget bisa banggain warga Indonesia sama warga Lampung. Saya terima kasih banyaklah, kok sampai bisa dapat medali di ISG ini,” kata Husni.

Husni mengaku sangat bahagia dengan pencapaiannya tersebut. Ia mengatakan tiga emas yang diraihnya membuat ia semakin percaya diri. Pencapaian ini juga menjadi motivasi untuknya ke depan.

“Ya, bahagia banget, senang banget pokoknya,” ujarnya.

Untuk rencana prestasi selanjutnya, Husni mengaku belum memiliki target khusus. Ia masih menikmati hasil perjuangannya di Riyadh dan fokus pada latihan rutin. Ia tetap berusaha mempertahankan performanya.

“Belum, belum ada,” jawabnya.

Husni menjelaskan bahwa persiapannya berasal dari Kejuaraan Junior di Bandung. Program latihan yang ia jalani bersifat rutin tanpa persiapan khusus menuju ISG. Ia tetap menjaga kondisi fisik sesuai jadwal latihan.

“Persiapan itu di Kejuaraan Junior di Bandung. Ya, latihan biasalah, Pak,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa tidak ada kendala berarti selama pertandingan berlangsung. Semua berjalan lancar dari awal hingga akhir. Husni hanya berfokus pada angkatan terbaiknya.

“Ya, gak ada kendala sih,” katanya.

Husni menyebut lawan terberatnya berasal dari Papua. Atlet tersebut menjadi rival kuat di nomor yang sama. Persaingan itu mendorongnya untuk terus meningkatkan kemampuan.

“Lawan terberat dari Papua,” jelasnya.

Husni menyampaikan harapan untuk masa depan kariernya. Ia ingin berkembang dan mengalahkan rival terkuatnya di pertandingan mendatang. Husni berkomitmen terus meningkatkan kemampuan angkatannya.

“Ya, saya harus bisa ngalahin dia,” tutupnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.