TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kebakaran melanda sebuah kontrakan lima pintu di Jalan Ciledug Indah 1, RT 001/002, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, pada Jumat, 19 September 2025 sore. Peristiwa tersebut diduga dipicu arus pendek listrik.
UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos Ciledug, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.25 WIB. Petugas segera bergerak menuju lokasi pada 16.27 WIB dan tiba tiga menit kemudian.
Kebakaran berhasil dipadamkan setelah kurang lebih satu setengah jam upaya pemadaman, yakni pada pukul 18.00 WIB. Seluruh unit kemudian kembali ke posko pada 18.10 WIB.
Dalam peristiwa ini, kontrakan milik Hj. Atinah terbakar hingga menghanguskan area seluas 100 meter persegi. Tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp400 juta.
Sebanyak delapan unit mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api. Terdiri dari tiga unit UPT Ciledug, satu unit Pos Pinang, tiga unit Mako, dan satu unit UPT Batu Ceper. Total 30 personel terjun ke lapangan dalam operasi tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, mengatakan pihaknya bersyukur api dapat segera diatasi meski sempat membesar.
“Api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian cukup besar mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya kepada Lensa Banten saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp pada Jumat, 19 September 2025 malam.
Salah seorang warga setempat, Dedi (45), mengaku panik saat melihat api dengan cepat membesar. Ia menyebut asap hitam pekat langsung membumbung tinggi, membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan barang-barang seadanya.
“Tadi asap hitam tebal langsung keluar dari atap kontrakan. Warga langsung berteriak minta tolong dan berusaha menyelamatkan barang-barang seadanya sebelum pemadam tiba. Semua panik karena api cepat sekali membesar,” ungkapnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan padat penduduk, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.









