TANGERANG, LENSABANTEN. CO. ID- Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono mengungkapkan bahwa penguatan literasi digital menjadi salah satu fokus utama dalam pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya, seiring dengan upaya mendorong pelaku usaha naik kelas hingga menembus pasar nasional dan internasional.
Ruta menjelaskan program pembinaan UMKM diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Kota Tangerang sejak April, sebagai upaya jangka panjang yang mencakup proses identifikasi, pendaftaran, hingga kurasi pelaku usaha, dengan digitalisasi sebagai salah satu materi pembinaan yang rutin diberikan.
“Dalam prosesnya ada proses identifikasi, kita mendorong supaya UMKM itu dibina, supaya terdaftar, kemudian nanti dikurasi. Ada kita memanggil narasumber-narasumber juga terkait UMKM,” kata Ruta.
Ia menyebut UMKM merupakan salah satu penopang utama perekonomian nasional yang terbukti mampu menopang daya tahan ekonomi saat pandemi COVID-19 melanda.
“Kita bisa keluar cepat dari pandemi COVID itu juga karena UMKM kita bisa menambah ketahanan perekonomian,” ujarnya ditemui baru-baru ini.
Dorong Pelaku UMKM Melek Digital
Ruta menegaskan, penguasaan kemampuan digital menjadi salah satu kunci bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing, tidak sekadar bertahan dari hari ke hari, tetapi juga bisa berekspansi dan naik kelas dari usaha kecil menjadi menengah.
Menurutnya, proses belajar digital oleh pelaku UMKM dapat dilakukan secara otodidak melalui interaksi dan saling berbagi pengalaman antarsesama pelaku usaha yang telah lebih dulu menerapkan sistem digital dalam operasional maupun pemasarannya.
Namun demikian, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Indag turut memfasilitasi proses tersebut secara terstruktur. Bidang UMKM pada Dinas Indag, kata dia, secara rutin memberikan kurasi dan pendampingan yang tidak hanya menyasar aspek digitalisasi, tetapi juga promosi, strategi pemasaran, hingga kemasan produk agar lebih kompetitif di pasar digital.
“Dinas Indag melalui bidang UMKM itu secara rutin juga memberikan kurasi hal-hal seperti itu. Enggak cuma digitalisasi, tapi juga dari sisi promosinya, dari sisi marketing-nya, dan dari sisi kemasannya juga,” katanya.
Hubungkan UMKM Lokal dengan yang Sudah Go National
Ruta mengungkapkan, Indag Kota Tangerang telah mengidentifikasi sejumlah pelaku UMKM binaan yang produknya telah dipasarkan hingga ke luar daerah, seperti Bali dan Jakarta, meski proses produksinya tetap dilakukan di Kota Tangerang.
Ia menyebut penetrasi pasar yang lebih luas tersebut turut didukung oleh pemanfaatan platform digital dalam pemasaran produk.
Temuan tersebut kemudian dimanfaatkan Indag sebagai bahan pembelajaran internal, dengan menjadikan pelaku usaha yang telah sukses tersebut sebagai narasumber bagi UMKM lain di Kota Tangerang.
“Indag mencoba menghubungkan antara yang sudah go international atau go national tadi ke yang lokal. Jadi difasilitasi oleh Dinas Indag,” katanya, seraya mengapresiasi langkah tersebut sebagai salah satu metode pembinaan yang efektif untuk mempercepat transformasi digital dan daya saing UMKM Kota Tangerang.








