KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang gencar mengadakan sosialisasi program digitalisasi masjid serta pemberdayaan ekonomi umat di 13 kecamatan.
Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Kewirausahaan, H. Romi Abidin, mengungkapkan bahwa program digitalisasi masjid ini merupakan pengembangan dari tujuh program yang telah diterapkan dua tahun lalu dengan masukan dari Penjabat Wali Kota Tangerang.
“Kami sudah melaksanakan roadshow di 13 kecamatan di Kota Tangerang, sebagai upaya untuk menggali potensi masjid di setiap wilayah. Dalam kegiatan ini, kami mengundang satu pengurus masjid dan satu perwakilan remaja masjid dari setiap kecamatan,” jelas Romi, baru-baru ini.
Selain digitalisasi, DMI juga fokus pada pemberdayaan ekonomi masjid melalui program perdagangan “Beras Emas”. “Emas” merupakan singkatan dari Ekonomi Masjid, yang bertujuan mendampingi jamaah dengan menyediakan produk beras unggulan dari DMI. Hasil dari penjualan beras tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan jamaah masjid.
“Beras ini sudah didistribusikan ke beberapa masjid dengan sistem konsinyasi. Dalam dua hingga tiga hari, pembayaran dapat diselesaikan, dan program ini terus berkembang,” tambah Romi.
Melalui program digitalisasi, DMI berharap dapat membangun database dari 837 masjid di Kota Tangerang, guna memantau masjid yang aktif dalam pemberdayaan ekonomi.
“Kami ingin menciptakan masjid penggerak sebagai role model, yang nantinya akan menginspirasi masjid lainnya untuk mengoptimalkan potensi ekonomi demi kesejahteraan jamaah,” pungkasnya.
Dengan program ini, DMI berharap agar masjid-masjid di Kota Tangerang tidak hanya menjadi pusat ibadah yang rapih, tetapi juga mampu memberdayakan ekonomi jamaah melalui pemanfaatan kas yang optimal untuk kemakmuran umat.










