KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Renovasi dan perluasan Musala Islahuddaroin di Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper, diharapkan menjadi ikhtiar bersama dalam memperkuat syiar Islam sekaligus memperluas manfaat musala sebagai pusat pembinaan umat. Kehadirannya tidak hanya menyediakan ruang ibadah yang lebih nyaman, tetapi juga diharapkan mampu menghidupkan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, saat menghadiri prosesi peletakan batu pertama renovasi dan perluasan Musala Islahuddaroin, Ahad 2 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Maryono menyampaikan apresiasi kepada para pengurus musala, panitia pembangunan, para donatur, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang bergotong royong mewujudkan pembangunan rumah ibadah tersebut.
Menurutnya, musala memiliki fungsi yang jauh melampaui tempat pelaksanaan salat. Musala merupakan ruang pembinaan umat yang menjadi tempat anak-anak belajar Al-Qur’an, mempererat ukhuwah Islamiyah, hingga menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan masyarakat.
“Bagi kita, musala bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah. Musala juga menjadi tempat tumbuhnya kebersamaan, tempat anak-anak belajar Al-Qur’an, tempat masyarakat mempererat silaturahmi, dan tempat berbagai kebaikan tumbuh di tengah lingkungan kita,” ujar Maryono.
Ia berharap perluasan bangunan musala menjadi momentum untuk semakin meningkatkan aktivitas keagamaan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Menurut Maryono, kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas kehidupan spiritual dan sosial warganya. Karena itu, keberadaan musala memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang religius, berakhlak, dan saling peduli.
“Kota yang maju bukan hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kualitas masyarakatnya. Karena itu, keberadaan musala seperti ini memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang baik,” katanya.
Maryono juga mengajak seluruh warga bersama-sama memakmurkan Musala Islahuddaroin melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, mulai dari salat berjamaah, majelis taklim, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, hingga kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Mari kita ramaikan dengan salat berjamaah, pengajian, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, serta berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi, yang kita perluas bukan hanya bangunannya, tetapi juga kegiatan dan manfaatnya bagi warga,” ajaknya.
Ia berharap Musala Islahuddaroin dapat terus berkembang menjadi pusat lahirnya generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
“Insya Allah, jika musala ini terus kita hidupkan bersama, ibadah, silaturahmi, kepedulian, dan berbagai kebaikan di tengah masyarakat juga akan semakin tumbuh,” pungkas Maryono.







