SERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, membantah tudingan bahwa putrinya, Risya Azzahra Natakusumah, menonton konser K-Pop menggunakan dana APBN maupun APBD. Ia menegaskan seluruh biaya yang digunakan untuk keperluan tersebut berasal dari uang pribadi.
Isu Tiket Konser Rp40 Juta
Isu tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah Risya Azzahra Natakusumah disebut membeli tiket konser K-Pop senilai Rp40 juta. Tuduhan penggunaan anggaran negara pun ikut mencuat di tengah perbincangan tersebut.
Dimyati memastikan tidak ada uang pemerintah yang digunakan untuk membiayai hobi putrinya. Menurutnya, tudingan tersebut tidak memiliki dasar dan tidak masuk akal.
“Engga bener, pakai APBD saja engga mungkin apalagi APBN, secara logika kalau saya (menjabat) di pemerintah pusat juga engga mungkin membiayai (anaknya konser). Saya engga setuju, ngapain nonton konser? Saya juga engga terlalu suka,” ujar Dimyati, Senin, 3 Agustus 2026.
Meski mengaku tidak menyukai konser, Dimyati tidak mempermasalahkan jika putrinya memiliki hobi tersebut. Ia hanya menekankan agar biaya yang dikeluarkan berasal dari uang pribadi.
“Tapi kalau anak saya suka (nonton konser), biarin. Mungkin itu hobinya, asal pakai duit sendiri,” sambungnya.
Dimyati juga menyampaikan bahwa ketiga anaknya kini telah hidup mandiri. Ia menyebut putri sulungnya, Rizka Amalia Ramadhani Natakusumah, saat ini menetap di Korea Selatan bersama suaminya.
Minta Masyarakat Tak Mudah Percaya
Dimyati meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya. Ia kembali menegaskan bahwa tudingan penggunaan APBN maupun APBD untuk membiayai konser putrinya tidak berdasar.
Hingga saat ini, belum ada bukti resmi yang menunjukkan adanya penggunaan dana APBN atau APBD untuk membiayai aktivitas tersebut. Pernyataan Dimyati sekaligus menjadi bantahan atas isu yang sebelumnya beredar di masyarakat.








