DPRD Kota Tangerang Soroti Skrining 11 Halaman di Puskesmas, Antrean Pasien Diminta Tak Dipersulit

DPRD Kota Tangerang Soroti Skrining 11 Halaman di Puskesmas, Antrean Pasien Diminta Tak Dipersulit
Kadis Kesehatan dr. Dini Anggraeni saat

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Komisi II DPRD Kota Tangerang meminta proses skrining kesehatan di seluruh puskesmas dipersingkat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat. Mekanisme yang dinilai terlalu panjang disebut menjadi salah satu penyebab antrean pelayanan semakin lama.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Syamsuri, mengatakan hasil peninjauan di lapangan menunjukkan pasien harus mengisi formulir skrining kesehatan sebelum menjalani pemeriksaan. Menurutnya, formulir tersebut terdiri dari sekitar 11 halaman dan harus diakses menggunakan telepon seluler.

Bacaan Lainnya

“Kalau kita lihat banyaknya antrean, ternyata ada skrining kesehatan yang harus diisi terlebih dahulu sebelum mereka melakukan pemeriksaan. Kurang lebih hampir 11 halaman dan ini menyulitkan. Banyak masyarakat awam yang datang tidak membawa HP, sementara prosesnya harus menggunakan HP,” kata Syamsuri, saat dikonfirmasi pada Rabu, 29 Juli 2026.

Pelayanan Harus Lebih Praktis

Syamsuri menilai puskesmas sebagai layanan kesehatan tingkat pertama harus memberikan kemudahan bagi masyarakat. Karena itu, prosedur administrasi perlu dibuat lebih sederhana agar warga bisa segera mendapatkan pelayanan.

Ia juga menilai kemudahan akses pelayanan akan mendorong masyarakat lebih aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan. Hal itu sekaligus mendukung keberhasilan Program Cek Kesehatan Gratis yang tengah dijalankan pemerintah.

“Kita harus buat masyarakat mudah dan praktis saat ingin mendapatkan akses kesehatan. Karena ini juga bagian dari menyukseskan program cek kesehatan gratis,” ujarnya.

DPRD Tampung Berbagai Masukan

Selain persoalan skrining, Komisi II DPRD Kota Tangerang juga menerima berbagai masukan dari kepala puskesmas. Masukan tersebut mulai dari keterbatasan alat kesehatan, kebutuhan tenaga kesehatan, kondisi infrastruktur, hingga koordinasi pelayanan dengan BPJS Kesehatan.

Menurut Syamsuri, seluruh aspirasi itu akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. DPRD juga akan mendorong pemenuhan kebutuhan puskesmas melalui dukungan anggaran bersama Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

“Banyak yang harus dibenahi ke depan dan kita terus dorong dari sisi APBD melalui Dinas Kesehatan. Tentunya kita berharap apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan mereka bisa terpenuhi,” katanya.

Puskesmas Diminta Jemput Bola

Saat ini, Kota Tangerang memiliki 39 puskesmas yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Selain melayani pasien di dalam gedung, seluruh puskesmas juga aktif memberikan layanan jemput bola ke sekolah, perkantoran, perusahaan, komunitas, hingga lingkungan RT/RW.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, mengatakan pihaknya terus mendorong seluruh puskesmas agar aktif menjangkau masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar semakin banyak warga memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

“Seluruh puskesmas kami dorong aktif menjangkau masyarakat. Jadi tidak hanya menunggu warga datang, tetapi petugas kesehatan juga hadir langsung melalui berbagai kegiatan di lapangan agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan,” ujar Dini.

Pelayanan Diharapkan Semakin Optimal

Komisi II DPRD Kota Tangerang berharap seluruh masukan yang diterima dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Dengan penyederhanaan proses pelayanan dan pemenuhan kebutuhan puskesmas, kualitas layanan kesehatan di Kota Tangerang diharapkan semakin cepat, mudah, dan nyaman bagi masyarakat.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.