Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, Warga Tangerang Diminta Waspada Gangguan Pernapasan

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, BPBD Banten: Wisata di Banten Masih Aman
Gunung Anak Krakatau Erupsi 8 Kali, PVMBG Imbau Warga Jauhi Radius 5 Kilometer

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meluasnya sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Paparan abu tersebut dinilai dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni, mengatakan abu vulkanik yang terhirup dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari batuk, tenggorokan tidak nyaman, hidung berair hingga sesak napas pada kondisi tertentu. Masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul setelah terpapar abu vulkanik.

Bacaan Lainnya

“Paparan abu vulkanik dapat memengaruhi kesehatan, terutama sistem pernapasan. Partikel abu yang terhirup berpotensi menimbulkan keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, hidung berair, hingga sesak napas pada kondisi tertentu,” ujar Dini saat dikonfirmasi pada Minggu, 6 September 2026.

Tak Hanya Pernapasan, Mata dan Kulit Juga Bisa Terdampak

Dini menjelaskan, dampak paparan abu vulkanik tidak hanya berpotensi menyerang saluran pernapasan. Mata dan kulit juga dapat mengalami iritasi apabila terkena abu secara langsung.

“Selain gangguan pernapasan, paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan menghindari paparan abu secara langsung, terutama ketika kualitas udara di sekitar tempat tinggal mengalami penurunan,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat segera memperhatikan kondisi kesehatan apabila mengalami keluhan setelah terkena paparan abu vulkanik. Jika gangguan pernapasan terus berlanjut, warga diimbau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Anak-anak dan Lansia Diminta Lebih Waspada

Menurut Dini, terdapat kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih selama terjadi paparan abu vulkanik. Mereka antara lain anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pada saluran pernapasan.

Dinkes juga mengingatkan warga agar tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi. Langkah tersebut penting agar masyarakat dapat mengambil tindakan yang tepat berdasarkan kondisi di lapangan.

“Masyarakat juga diminta tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi lingkungan. Informasi yang berasal dari sumber resmi penting agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Fasilitas Kesehatan Tetap Bisa Diakses

Di tengah kondisi tersebut, Dinkes Kota Tangerang memastikan masyarakat tetap dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan. Warga dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai keluhan yang dialami.

“Pemkot Tangerang mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik. Dengan mengenali gejala dan segera mendapatkan pertolongan ketika mengalami gangguan kesehatan, masyarakat dapat mengurangi risiko dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan,” tutupnya.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.