KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Perkumpulan Boen Tek Bio sukses menggelar Festival Cap Go Meh 2025 dengan tema “Bersama dalam Moderasi, Merajut Kerukunan Multikultural”.
Acara ini berlangsung meriah di Auditorium VIPPASI Universitas Buddhi Dharma (UBD) dan dihadiri oleh Ibu Negara ke-4, Sinta Nuriyah Wahid, tokoh agama, serta Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin.
Festival Cap Go Meh tahun ini menghadirkan berbagai pertunjukan khas Tionghoa, seperti barongsai, teater, tarian tradisional, serta pagelaran musik, yang menjadi simbol keberagaman dan kebersamaan lintas budaya.
Pelestarian Budaya dan Nilai Toleransi
Wira, selaku Ketua Pelaksana, menegaskan bahwa Festival Cap Go Meh bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya yang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan keberagaman.
“Kita merayakan Cap Go Meh bersama umat lintas agama, menunjukkan indahnya toleransi dan keharmonisan. Kami juga merasa bangga dengan kehadiran Ibu Negara ke-4, istri dari almarhum Presiden RI ke-4, Gus Dur,” ujarnya.
Festival ini juga menampilkan kolaborasi seni antar etnis, yaitu Tionghoa dan Betawi, yang bertujuan memperkuat kerja sama lintas budaya dan agama.
“Ini adalah pertunjukan kesenian dari putra-putri perguruan, menampilkan kolaborasi seni Tionghoa dan Betawi, yang juga diperkaya dengan seni Gambang Kromong,” tambah Wira.
Ia juga menegaskan bahwa etnis Tionghoa bukan lagi warga kelas dua di Indonesia.

“Acara ini membuktikan bahwa seluruh umat beragama dapat bersatu. Kami ingin menghapus stigma bahwa etnis Tionghoa bukan bagian dari budaya Indonesia,” tegasnya.
Apresiasi dari Ibu Negara dan Pemkot Tangerang
Dalam pidatonya, Ibu Negara ke-4, Sinta Nuriyah Wahid, mengapresiasi Universitas Buddhi Dharma atas inisiatifnya menggelar festival ini. Ia menekankan pentingnya menjaga keberagaman budaya sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Sementara itu, Pj Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, juga memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini.
“Festival Cap Go Meh adalah bagian dari keanekaragaman budaya di Kota Tangerang. Tradisi ini harus kita pelihara bersama-sama,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh warga Kota Tangerang untuk terus menjaga kebersamaan dan harmoni.









