TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi menggelar uji coba (pilot project) layanan internet berkecepatan tinggi (high-speed inflight connectivity) di dalam pesawat. Lewat inovasi ini, para penumpang kini dapat menikmati konektivitas digital yang stabil, bahkan melakukan panggilan video (video call) saat terbang di ketinggian lebih dari 30.000 kaki.
Uji coba konektivitas generasi baru tersebut dilaksanakan pada penerbangan GA-960 rute Jakarta menuju Madinah, bertepatan dengan momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa pengembangan jaringan internet cepat di atas pesawat ini merupakan komitmen perseroan dalam memperkuat nilai tambah sebagai maskapai berlayanan penuh (full-service airline). Inovasi tersebut dirancang untuk merespons kebutuhan masyarakat modern akan konektivitas digital yang tanpa hambatan (seamless) selama perjalanan udara.
“Transformasi Garuda Indonesia tidak hanya berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan operasional semata, tetapi juga bagaimana dampaknya dapat dirasakan langsung oleh para pengguna jasa melalui pengalaman terbang yang kian relevan,” ujar Glenny dalam keterangannya di Jakarta.
Inisiatif uji coba ini dikemas dalam kampanye khusus bertajuk “Sinyal Merdeka”. Dalam penerbangan tersebut, sebanyak 81 penumpang diberikan akses internet khusus sebagai simbolisasi usia kemerdekaan Indonesia. Selain digunakan untuk kebutuhan komunikasi hingga video call, jaringan Wi-Fi cepat ini juga dimanfaatkan untuk menyiarkan secara langsung pembacaan Naskah Proklamasi Kemerdekaan RI di dalam kabin pesawat melalui public address (PA) system.
Manajemen Garuda Indonesia merencanakan implementasi layanan internet cepat ini secara bertahap pada armada pesawatnya mulai tahun 2027 mendatang. Penerapan tersebut akan diselaraskan dengan hasil evaluasi teknis, kesiapan armada, aspek keselamatan penerbangan, serta regulasi yang berlaku.








