JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID — Kesunyian malam menjadi sumber inspirasi bagi Endah N Rhesa dalam melahirkan single terbaru mereka, “Terang Bulan”. Lagu ini menjadi bagian dari mini album *Menyambut Matahari* yang akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang.
Berbeda dari karya yang menghadirkan energi besar, “Terang Bulan” membawa pendengar ke suasana yang lebih intim. Lagu tersebut menggambarkan kondisi ketika seseorang mulai menerima kehilangan, tetapi belum sepenuhnya terbebas dari rasa sedih dan ragu.
Bagi Endah, malam memiliki ruang tersendiri untuk melakukan introspeksi. Saat berbagai kesibukan berhenti, perasaan yang selama ini tersimpan dapat muncul kembali.
“Pada momen itulah aku bisa lebih jujur pada diri sendiri dan perlahan mendapatkan kelapangan hati,” ungkap Endah.
Nuansa tersebut membuat “Terang Bulan” terasa seperti percakapan personal dengan diri sendiri. Lagu ini tidak memosisikan kesedihan sebagai sesuatu yang harus segera dihilangkan, melainkan sebagai bagian dari proses menerima kenyataan.
Single tersebut sekaligus menjadi kelanjutan dari “Merelakanmu”. Kedua lagu nantinya menjadi bagian dari Menyambut Matahari, mini album berisi lima lagu berbahasa Indonesia.
Rhesa mengatakan materi dalam mini album tersebut memiliki warna emosional yang cukup berbeda dari karya mereka sebelumnya. “Mini album ini memang terasa lebih sendu dibandingkan karya-karya kami sebelumnya,” ujar Rhesa.
Jika “Merelakanmu” menjadi gambaran tentang menghadapi kehilangan, “Terang Bulan” hadir sebagai fase perenungan setelahnya. Ada penerimaan yang mulai tumbuh, tetapi masih disertai rasa takut dan keraguan.
“Terang Bulan” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Kehadirannya diharapkan dapat menemani pendengar yang membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak dan berdamai dengan perasaan. (san/*) #foto dok. ig@endahnrhesa








