KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Suasana di kawasan Sipon, Cipondoh, Kota Tangerang mendadak heboh pada Jumat, 30 Mei 2025 setelah warga menemukan seorang pria dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamar mandi sebuah minimarket. Kejadian tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar hingga menimbulkan keramaian di lokasi.
Kapolsek Cipondoh, Kompol Hidayat Irawan membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pria tersebut bukan merupakan karyawan minimarket. Ia diduga masuk ke toilet dengan tujuan untuk mandi, namun tak lama kemudian ditemukan meninggal dunia.
“Korban bukan merupakan karyawan dari toko tersebut. Informasi awal menyebutkan bahwa dia hendak mandi di dalam toilet. Namun, diduga mengalami kondisi medis tertentu hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Kapolsek kepada Lensa Banten saat dikonfirmasi.
Ia juga menambahkan bahwa proses evakuasi telah dilakukan dan penyebab kematian diduga karena faktor kesehatan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban.
“Sudah selesai dievakuasi mas, diduga korban meninggal karena sakit sesuai keterangan keluarga korban,” lanjut Kapolsek.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga memberikan kesaksian. Irwan (37), warga sekitar, mengatakan bahwa dirinya sempat melihat korban sebelum masuk ke minimarket. Ia menilai kondisi korban saat itu sudah terlihat tidak sehat.
“Saya lihat dia masuk kayak lemes banget, bawa kantong plastik. Saya pikir dia mau beli air atau istirahat. Ternyata malah ditemukan sudah meninggal di kamar mandi,” ungkap Irwan.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa jenazah ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, korban dipastikan meninggal akibat sakit yang dideritanya.
Dengan adanya keterangan resmi dari pihak keluarga dan kepolisian, kasus ini dipastikan bukan merupakan tindak kriminal. Jenazah korban pun telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan respon cepat dari masyarakat serta pihak terkait dalam menghadapi kejadian tak terduga di ruang publik.










