Polres Metro Tangerang Kota Soroti Ajakan Tawuran di Media Sosial

Ilustrasi anti-tawuran - Tolak Ajakan Tawuran di Medsos
Ilustrasi anti-tawuran - Tolak Ajakan Tawuran di Medsos

KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID — Aksi tawuran pelajar menjadi fenomena pilu di dunia pendidikan Indonesia, bahkan di kota Tangerang. Maka itu langkah pencegahan penting dilakukan oleh semua pihak.

Majunya teknologi justru menjadi bumerang, media sosial dijadikan wadah oleh pelajar yang tidak bertanggung jawab.

Bacaan Lainnya

Tidak ingin masa depan pelajar di kota Tangerang sirna begitu saja, Polres Metro Tangerang Kota mendatangi SMKN 2 Kota Tangerang di Jalan Veteran No. 2, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang.

Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki N. Ardiyansyah mengimbau dengan tegas aksi kekerasan pelajar dapat berujung pada persoalan hukum, menimbulkan korban luka, bahkan mengancam nyawa.

“Kami mengingatkan adik-adik pelajar agar jangan menganggap tawuran sebagai hal biasa. Tawuran bisa berujung pada masalah hukum dan merugikan masa depan kalian sendiri. Pilihlah pergaulan yang positif dan jangan mudah terpengaruh ajakan teman,” ujar Fiki.

Ia juga menyoroti penggunaan media sosial yang kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan provokasi maupun mengajak pelajar melakukan tawuran.

Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki N. Ardiyansyah mengimbau dengan tegas aksi kekerasan pelajar dapat berujung pada persoalan hukum, menimbulkan korban luka, bahkan mengancam nyawa.

Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki N. Ardiyansyah mengimbau dengan tegas aksi kekerasan pelajar dapat berujung pada persoalan hukum, menimbulkan korban luka, bahkan mengancam nyawa.

Menurutnya, para siswa harus lebih bijak menggunakan media sosial, termasuk berhati-hati ketika bergabung dalam grup percakapan yang berisi ajakan melakukan tindakan melanggar hukum.

“Jangan mudah terpancing oleh ajakan atau provokasi di media sosial maupun grup WhatsApp. Kalau menemukan ajakan tawuran atau kegiatan yang membahayakan, jangan ikut menyebarkan. Segera sampaikan kepada guru atau orang tua agar bisa dicegah sejak awal,” katanya.

Fiki menambahkan, para pelajar juga didorong mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti olahraga, organisasi sekolah, dan aktivitas lain yang mendukung pengembangan diri serta prestasi.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Kehadiran kepolisian di lingkungan pendidikan dinilai menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres Metro Tangerang Kota berharap hubungan antara polisi, sekolah, orang tua, dan pelajar semakin erat sehingga potensi tawuran maupun kenakalan remaja dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Pos terkait

Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari lensabanten.co.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.