TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG), kali ini menyasar para insan pers.
Kegiatan berlangsung di Patio Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, pada Kamis, 11 September 2025, sebagai bentuk apresiasi kepada jurnalis sekaligus upaya menjaga kesehatan mitra strategis pemerintah dalam penyebaran informasi.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, hadir langsung meninjau jalannya kegiatan. Ia menekankan bahwa kondisi kesehatan wartawan sangat penting karena mereka menjadi ujung tombak penyampai informasi publik.
“Insan pers adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi publik. Karena itu mereka harus sehat lahir dan batin. Dengan merasakan langsung manfaat layanan kesehatan ini, mereka dapat menyampaikan informasi yang benar dan utuh kepada masyarakat,” ungkap Sachrudin.
Dalam layanan ini, jurnalis mendapatkan pemeriksaan kesehatan lengkap mulai dari tes laboratorium, gula darah, kolesterol, hingga rontgen.
Menurut Sachrudin, langkah tersebut merupakan wujud komitmen Pemkot Tangerang dalam menciptakan masyarakat sehat secara menyeluruh, termasuk di kalangan media.
Apresiasi datang dari para peserta. Agung, wartawan LKBN Antara, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Pemkot terhadap profesi wartawan.
“Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Pelayanannya lengkap, mulai dari pemeriksaan laboratorium hingga rontgen. Terima kasih kepada Pemkot Tangerang dan Dinas Kesehatan atas perhatian yang diberikan kepada rekan-rekan wartawan,” ujarnya.
Sejak diluncurkan, program CKG telah menjadi salah satu layanan kesehatan favorit masyarakat. Data Dinas Kesehatan mencatat hingga September 2025, lebih dari 165 ribu warga telah memanfaatkan layanan ini.
Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Satu Sehat, dilanjutkan dengan skrining awal sebelum pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Angreani, mengatakan program CKG kini bisa diakses setiap hari, tidak hanya pada momen tertentu.
“Alhamdulillah untuk Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan, CKG gratis sudah berjalan sejak mulai digulirkan Kemenkes kurang lebih Februari 2025. Awalnya hanya saat momen ulang tahun, sekarang sudah digeser menjadi setiap hari. Jadi masyarakat bisa datang ke fasilitas kesehatan, atau ikut CKG komunitas seperti hari ini khusus untuk wartawan,” jelas Dini.
Ia menyebut, hingga akhir Agustus 2025 sudah ada sekitar 165 ribu masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut atau baru 30 persen dari target tahunan.
“Kendalanya, masih ada masyarakat yang ragu atau takut untuk memeriksakan diri. Padahal, dengan mengetahui status kesehatan sejak dini, justru kita bisa melakukan pencegahan dan perbaikan gaya hidup,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kasus terbanyak adalah hipertensi, disusul diabetes dan hiperlipidemia atau kadar kolesterol tinggi. Dinkes juga menyiapkan mekanisme rujukan bagi pasien dengan hasil pemeriksaan serius.
“Ini menunjukkan betapa pentingnya masyarakat melakukan pemeriksaan rutin. Kalau sudah tahu status kesehatannya, bisa melakukan kontrol, minum obat teratur, dan menjaga pola hidup agar tetap sehat,” kata Dini.
“Kalau masih bisa ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas atau klinik, maka dilanjutkan kontrol teratur di sana. Tapi jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka dirujuk ke rumah sakit. Bahkan di fasilitas CKG sendiri sudah tersedia pemeriksaan EKG atau rekam jantung. Jadi kalau hasilnya baik, cukup kontrol rutin di puskesmas, namun kalau ada kelainan tentu akan diteruskan ke layanan lebih tinggi,” imbuhnya.
Pemkot Tangerang berharap, melalui keterlibatan insan pers dalam program ini, informasi tentang pentingnya menjaga kesehatan bisa menjangkau masyarakat lebih luas.
“Lewat insan pers yang ikut terlibat, informasi tentang pentingnya skrining kesehatan bisa tersebar lebih luas. Dengan begitu, kesadaran masyarakat semakin meningkat,” tutup Sachrudin.









