TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Badan Pengawan Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang menjalin kerja sama dengan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kegiatan ini digelar pada Senin, 20 April 2026 di Kantor Bawaslu Kota Tangerang.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Kota Tangerang, Komarulloh, bersama Ketua DPD KNPI Kota Tangerang, Dede Maulana Faisal. Kerja sama ini menjadi langkah baru untuk melibatkan pemuda dalam pengawasan pemilu.
Kolaborasi ini berfokus pada peningkatan partisipasi pemuda melalui program kelas pemilu. Program tersebut diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda.
Selain itu, KNPI juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarkan edukasi politik. Peran organisasi kepemudaan dinilai penting dalam menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Ketua Bawaslu Kota Tangerang, Komarulloh, mengapresiasi keterlibatan KNPI dalam kerja sama ini. Ia menilai kolaborasi ini penting, terutama di luar tahapan pemilu.
“Kami dari Bawaslu Kota Tangerang berterima kasih ya atas kehadiran kawan-kawan DPD KNPI yang sudah mengajak kerja sama tentang kelas pemilu ya. Karena jujur saja, terkait pemilu itu kan kondisinya berbeda sama hukum yang lain ya, apalagi hari ini non-tahapan,” ujarnya kepada Lensa Banten.
Ia berharap KNPI dapat membantu memperkuat pengawasan pemilu di Kota Tangerang. Menurutnya, keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam menjaga demokrasi.
“Kita berharap dengan adanya kawan-kawan KNPI untuk bisa membantu kita dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu dan pemilihan di Kota Tangerang,” katanya.
Komarulloh menilai pemahaman masyarakat tentang pemilu masih perlu ditingkatkan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kelas pemilu yang melibatkan pemuda.
“Pertama pemahaman ya, tentang pemilu dan pemilihan karena pemahaman tentang pemilu itu kan agak berbeda ya, tidak ada kelasnya ya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa selama ini edukasi pemilu masih terbatas di kalangan penyelenggara. Dengan adanya kelas pemilu, diharapkan pemuda dapat memahami mekanisme pengawasan secara lebih baik.
“Makanya berharap dengan adanya kelas pemilu ini, kawan-kawan maupun Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) di Kota Tangerang, pemuda di Kota Tangerang bisa memahami tentang bagaimana mekanisme pengawasan yang ada di Bawaslu,” tambahnya.
Ke depan, Bawaslu juga akan memperluas kerja sama dengan berbagai pihak. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan partisipasi masyarakat.
“Hari ini adalah KNPI, besok kita ada audiensi bersama MUI, PCNU, maupun DMI, maupun Masjid Al-Azhom terkait masalah penyelenggaraan pemilu di Kota Tangerang,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Tangerang, Dede Maulana Faisal, menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai MoU ini menjadi wadah bagi pemuda untuk memahami demokrasi secara lebih luas.
“Iya, terima kasih. Pertama saya ucapkan terima kasih untuk Ketua Bawaslu beserta pimpinan. Harapannya dari MOU ini adalah bagaimana kami di KNPI ini bisa mewadahi para pemuda dalam proses memahami demokrasi yang sebetulnya seperti apa,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa isu pemilu dan pilkada saat ini masih terus berkembang. Karena itu, pemuda perlu terlibat aktif memberikan masukan yang positif.
“Hari ini isunya sudah sangat santer bagaimana antara pemilu dan pilkada mekanismenya ini masih digodok di dalam Komisi II,” katanya.
Dalam kerja sama ini, KNPI berperan sebagai penerima manfaat. Fokus utamanya adalah menghadirkan kelas pemilu bagi pemuda dan organisasi kepemudaan.
“Ya, kami dalam MOU ini kita sudah sepakati kita menjadi penerima manfaat, khususnya untuk kelas pemilu yang nanti kita akan buka untuk pemuda,” jelasnya.
Program tersebut juga akan menghadirkan pemateri dari Bawaslu. Materi yang diberikan akan berbasis pengalaman dan evaluasi penyelenggaraan pemilu sebelumnya.
“Salah satunya adalah nanti Bawaslu memberikan sarana seperti pemateri yang handal, baik itu dari Bawaslu Kota maupun nanti Provinsi yang terlibat ya,” tambahnya.
Dede menyebut kerja sama ini mendapat apresiasi dari tingkat provinsi. Ia mengatakan MoU ini menjadi yang pertama antara Bawaslu dan organisasi kepemudaan.
“Ini adalah MOU pertama Bawaslu terhadap lembaga pemuda, dalam hal ini adalah KNPI,” ungkapnya.
Ia juga menilai tantangan ke depan adalah bagaimana pemuda bisa lebih aktif dalam demokrasi. Peran tersebut dinilai penting untuk menentukan arah bangsa.
“Ya tantangan terbesar bagaimana pemuda hari ini bisa berperan dalam hal menentukan rekomendasi-rekomendasi pemilihan yang ada di republik kita ini,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan Bawaslu sangat penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Lembaga ini menjadi bagian dari sistem pengawasan dalam proses pemilu.
“Makanya saya sepakat lembaga Bawaslu itu tidak boleh dihilangkan karena lembaga Bawaslu itu adalah citra, salah satu marwah di mana pemilihan umum dapat berlangsung apabila dilakukan melalui check and balance,” tutupnya.
Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat peran pemuda dalam pengawasan pemilu. Sinergi antara Bawaslu dan KNPI juga menjadi langkah konkret dalam menjaga kualitas demokrasi di Kota Tangerang.










