JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan serentak pada 6 Januari 2025 telah berjalan selama satu minggu di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas pendidikan siswa melalui pemberian makanan bergizi secara gratis di sekolah.
Peningkatan Kehadiran dan Semangat Belajar
Di Kota Pariaman, Sumatera Barat, program MBG berhasil meningkatkan antusiasme siswa untuk datang dan belajar di sekolah. Orang tua merasa terbantu dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak mereka, sekaligus mengurangi pengeluaran untuk belanja sekolah.
Sementara itu, di Bone Raya, Sulawesi Selatan, program ini dinilai mampu membangkitkan semangat belajar siswa SD. Siswa menjadi lebih bersemangat mengikuti pelajaran setelah mendapatkan asupan makanan bergizi di sekolah.
Perubahan Kebiasaan Jajan Sembarangan
Program MBG juga efektif mengubah kebiasaan siswa yang gemar jajan makanan dan minuman ringan yang kurang sehat. Dengan adanya makanan bergizi yang disediakan di sekolah, siswa lebih memilih mengonsumsi makanan yang disediakan, sehingga pola makan mereka menjadi lebih sehat.
Tantangan dalam Pelaksanaan
Namun, pelaksanaan program ini tidak tanpa tantangan. Di Bandung, Jawa Barat, baru 14 sekolah yang mendapatkan program MBG. Hal ini menunjukkan perlunya perluasan cakupan program agar lebih banyak siswa dapat merasakan manfaatnya.
Selain itu, di beberapa daerah, terdapat kekhawatiran mengenai penurunan omzet pedagang kantin sekolah akibat program ini. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah mempertimbangkan kerjasama dengan pedagang kantin dalam penyediaan makanan bergizi, sehingga program dapat berjalan tanpa merugikan pihak lain.
Bagaimana Dengan Kota Tangerang?
Program Pemerintah Republik Indonesia yaitu MBG yang telah berjalan di sejumlah daerah di Indonesia, pada Senin, 6 Januari 2025. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, masih menunggu petunjuk teknis (juknis) yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Penjabat (Pj.) Wali Kota Tangerang Dr. Nurdin menyampaikan, Kota Tangerang belum ditunjuk menjadi pelaksana MBG di hari pertama pada Januari 2025 yang ditetapkan BGN. Namun, Kota Tangerang telah siap untuk menjalankan program MBG, termasuk kesiapan secara anggaran.
“Kota Tangerang sudah siap, dari kesiapan siswa, masyarakat untuk diterapkan, tetapi kami masih menunggu penetapannya dari BGN. Dari kesiapan anggaran pun Pemkota sudah siapkan sebesar Rp 150 miliar, dan tentu kita masih menunggu petunjuk dari pusat,” ungkap Nurdin kepada awak media dalam kunjungan Mendagri RI, di Pasar Induk Kota Tangerang, Jumat 3 Januari 2025.
Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dindik Kota Tangerang Helmiati menuturkan, saat ini Kota Tangerang masih menyiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan menyiapkan MBG. Sasaran pelajar pada MBG di Kota Tangerang adalah sebanyak 155.467 pelajar, dikutip tangerangkota.go.id.
“SPPG ini nantinya akan berbentuk seperti dapur umum yang akan membuat seluruh makanan pada MBG. Kami akan siapkan di beberapa titik sesuai dengan persebaran sekolah,” tuturnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun dalam APBN 2025 untuk mendukung program ini. Dengan adanya program Makan Bergizi Gratis, diharapkan kualitas pendidikan dan kesehatan siswa di Indonesia dapat meningkat secara signifikan.
Program MBG juga diharapkan dapat mengubah kebiasaan siswa yang gemar jajan makanan dan minuman ringan yang kurang sehat. Dengan adanya makanan bergizi yang disediakan di sekolah, siswa diharapkan lebih memilih konsumsi yang sehat, sehingga meningkatkan konsentrasi belajar dan kesehatan secara keseluruhan.









