KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Kota Tangerang menjadi salah satu daerah yang termasuk memiliki kualitas udara yang buruk, selain Jakarta. Dampak dari buruknya kualitas udara di Kota Tangerang tersebut bisa berdampak kepada infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang diderita oleh warga.
Kondisi kualitas udara buruk dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah pernapasan kronis, penyakit jantung, dan bahkan kematian dini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, saat ini diakui terjadi peningkatan pada penderita ispa. Namun demikian, untuk penyebab pastinya apakah karena kualitas udara saat ini belum diketahui pasti.
“Ada peningkatan namun demikian apa ini penyebanya dari polusi perlu penelitian lebih lanjut. Tapi polusi udara memang menjadi faktor risiko,”terangnya ditemui usai acara peluncuran imunisasi rotavirus di Kecamatan Karang Tengah, Selasa 15 Agustus 2023.
Meski tidak menjelaskan secara rinci jumlah peningkatan penderita ispa, namun disebut angkanya masih tergolong normal.
“Data rinci saya gak apal, kalau tren memang di minggu teakhir di Agustus ini ada peningkatan namun tidak melebihi ambang lima tahun terakhir peningkatan,”imbuhnya.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat menghadapi kualitas udara yang buruk ini agar menjaga lingkungan untuk tetap bersih dan menjaga pola hidup sehat.
Kemudian jika ada aktivitas keluar rumah yang penting dengan berkendara roda dua agar menggunakan masker sehingga terhindar dari partikel-partikel udara yang buruk.
“Kita imbau agar menggunakan masker ketika keluar rumah seperti berkendara motor, sebagai pelindung dari lingkungan yang kurang baik,”tandasnya.









