KOTA TANGERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Sekretariat Bersama serikat karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk meminta presiden Indonesia Prabowo Subianto serta Menteri badan usaha milik negara (BUMN) Erick Thohir menyelesaikan kesenjangan mantan karyawan Grup Lion Air yang masuk ke struktur manajemen Garuda.
Hal tersebut dinilai Sekretariat Bersama yang didalamnya tergabung Asosiasi Pilot Garuda (APG), Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) berpotensi menggangu prinsip Good Corporate Governanve (GCG).
Maka itu, dalam surat pernyataan mereka diantaranya tertulis agar mantan karyawan Lion Air yang diperkejakan di Garuda berjumlah 14 orang itu untuk segera dinonaktifkan.
“Proses rekrutmen dan penempatan 14 orang tersebut dilakukan secara tidak transparan. PT Garuda Indonesia telah memiliki Direksi yang kompeten, SDM internal yang berkualitas, berintegritas dan loyal serta telah bekerja sama dengan konsultan rekrutmen profesional,”dalam surat pernyataan tertulis.

Masih dalam surat pernyataan itu, terindikasi bahwa beberapa dari 14 orang tersebut saat ini ditempatkan di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan diberikan jabatan strategis, bahkan hingga level Direksi di Garuda Indonesia Group.
“Kebijakan ini menimbulkan keresahan di seluruh karyawan PT Garuda Indonesia yang saat ini menjaga produktivitas dalam menjaga keberlangsungan perusahaan,” dalam isi surat.
Masih dalam surat pernyataan Sekretariat Bersama, bahwa saat ini kepercayaan masyarakat dan investor terus menurun kepada Garuda Indonesia semenjak polemik 14 orang tersebut beredar di sosial media. Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk anjlok ke titik terendah senilai Rp33,- per lembar pada tanggal 18 Maret 2025.









