SERANG, LENSABANTEN.CO.ID – Empat anak yatim di Kampung Cadas Ngerong, Desa Kadu Beureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, harus menjalani hidup tanpa pendampingan orang tua setelah ayah mereka meninggal dan sang ibu menikah lagi.
Keempat anak tersebut adalah Dewi (11), Imas (9), Asep (7), dan Aulia (4). Mereka tinggal di rumah semi permanen tanpa fasilitas memadai. Dewi, sebagai anak sulung, terpaksa berhenti sekolah untuk merawat adik-adiknya.
Anak tertua, D (11), bersama tiga adiknya, terpaksa tinggal sendiri di rumah sederhana di daerah pegunungan. Setelah ayah mereka wafat, sang ibu meninggalkan mereka untuk menikah lagi tanpa memberi tahu anak-anaknya. D mengaku harus merawat adik-adiknya dan mengurus kebutuhan sehari-hari mereka.
Kisah mereka menjadi viral setelah diunggah oleh akun TikTok @jajangmulyana. Dalam video tersebut, terlihat kondisi kehidupan mereka yang memprihatinkan.
Kompol Jajang Mulyana, Kasubdit Gasum Polda Banten, yang mengunjungi mereka, memberikan bantuan sembako dan uang tunai, Jumat, 26 Desember 2024.
Namun, bantuan uang tunai yang diberikan oleh Kompol Jajang diduga diambil oleh sang ibu. Hal ini terungkap dari komentar Kompol Jajang di media sosial, yang menyatakan bahwa uang yang diberikan kepada anak-anak tersebut diambil oleh ibu mereka.
Setelah kasus ini viral, pihak kepolisian dan pemerintah setempat bergerak cepat untuk memberikan bantuan dan perlindungan kepada keempat anak tersebut.
Mereka kini berada dalam pengawasan Dinas Sosial Kabupaten Serang untuk memastikan kesejahteraan dan pendidikan mereka terjamin.
Sang ibu, Santi Sumiati (49), membantah tuduhan menelantarkan anak-anaknya. Ia mengklaim bahwa dirinya tidak sepenuhnya meninggalkan mereka dan tetap memberikan perhatian serta kebutuhan dasar.
Menurut Santi, anak-anaknya menolak untuk ikut tinggal bersamanya di rumah suaminya yang baru, sehingga ia membagi waktu antara kedua tempat tinggal tersebut.
Kisah ini mengundang keprihatinan masyarakat luas. Polda Banten telah menyalurkan bantuan kepada keempat anak tersebut, dan berbagai pihak diharapkan dapat memberikan perhatian lebih lanjut untuk memastikan kesejahteraan dan masa depan mereka.










