JAKARTA, LENSABANTEN.CO.ID – Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2023 menjadi ajang penting dalam upaya meningkatkan mutu layanan kesehatan di Indonesia. BPJS Kesehatan, penyelenggara jaminan kesehatan nasional, bertujuan untuk memberikan pelayanan yang mudah diakses, cepat, dan setara untuk setiap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyatakan bahwa salah satu langkah nyata dalam peningkatan akses layanan kesehatan bagi peserta JKN adalah kerja sama dengan rumah sakit apung/bergerak, yang memberikan solusi bagi masyarakat di daerah terpencil.
“Transformasi Mutu Layanan juga mencakup upaya simplifikasi administrasi pelayanan, seperti penggunaan KTP saat mengakses layanan kesehatan, alur layanan rujukan yang efisien, dan digitalisasi pelayanan dan pengklaiman,”ujarnya Senin 2 Oktober 2023.
Ghufron mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan peserta JKN telah mencapai 89,6 persen, yang menunjukkan bahwa inisiatif BPJS Kesehatan memberikan hasil yang positif.
Dalam rangka mencapai cakupan kepesertaan semesta Program JKN atau Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2024, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Saat ini, cakupan kepesertaan JKN mencapai lebih dari 262,74 juta jiwa atau 94,60 persen dari total penduduk.
“Per 1 September 2023 cakupan kepesertaan JKN yang mencapai lebih dari 262,74 juta jiwa atau 94,60 persen dari total seluruh penduduk, yang merupakan bukti nyata dari upaya bersama untuk menghadirkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Pemanfaatan layanan kesehatan yang signifikan oleh peserta JKN pada tahun 2022 dengan 502,8 juta kunjungan adalah pencapaian luar biasa. Ini mencerminkan kepercayaan yang semakin tinggi dari masyarakat Indonesia terhadap Program JKN,” ujar Ghufron.
BPJS Kesehatan juga memberikan apresiasi kepada fasilitas kesehatan yang berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan JKN. Melalui kolaborasi dengan seluruh fasilitas kesehatan dan stakeholder terkait, BPJS Kesehatan berharap membangun masa depan kesehatan Indonesia yang lebih baik melalui pelayanan yang mudah, cepat, dan setara.
Ghufron mengakhiri dengan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan masyarakat Indonesia yang sejahtera dan berdaya saing melalui layanan kesehatan yang berkualitas.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia harus mampu meningkatkan layanan kesehatan dan akses kesehatan agar bisa didapat oleh masyarakat dengan baik. Maka itu harus dijaga strategi kesehatannya.
“Saya percaya kalau kita bersama-sama kita bisa tingkatakan derajat kesehatan masyarakat dan di tahun 2030 nanti kita bisa menjadi negara maju,”ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk senantiasa hidup sehat agar beban biaya kesehatan bisa diatasi.
“Yuk fokus nya BPJS kita geser pelan pelan dari kuratif ke preventif. Jangan mikirin kalau kena jantung gimana kalau kena kanker gimana,itu mahal. Tidak akan kuat kalau kita tidak menggeser OKP kita ke pencegahan,”tegasnya.









